Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Banjir Kalsel, BNPB: 5 Meninggal, 112 Ribu Mengungsi

Ahad 17 Jan 2021 03:53 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Agus Yulianto

Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mendatangi warga saat banjir di kawasan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Ahad (5/1/2020)

Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mendatangi warga saat banjir di kawasan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Ahad (5/1/2020)

Foto: Antara/Bayu Pratama
Pemprov Kalsel sudah menetapkan status darurat bencara banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas ke tujuh wilayah kabupaten. Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, sampai Sabtu (16/1), dampak banjir merenggut lima korban jiwa. Dampak banjir, mendesak ratusan ribu orang mengungsi, dan merendam puluhan ribu rumah dan temoat tinggal warga.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Raditya Jati, dalam rilis resmi menyampaikan, tujuh wilayah yang disapu banjir, yakni di Kabupaten Banjar, dan Banjar Baru. Di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Tapin.

Identifikasi penyebab banjir sementara ini, lantaran intensitas hujan tinggi sepanjang Januari berjalan, dan luapan air di sungai-sungai besar. “Dampak banjir merenggut lima jiwa, 27.111 rumah terendam, dan 112.709 warga mengungsi,” kata Jati, dalam laporan resmi BNPB, Sabtu (16/1) yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (16/1).

Dikatakan Jati, pemerintahan di Kalimantan Selatan, sejak Kamis (14/1) sudah menetapkan status darurat bencara banjir. “Dan tim gabungan, bersama relawan, masih terus melakukan penanganan, dan evakuasi dampak banjir,” ujar Jati.

Berdasarkan data sementara dari BNPB, laporan pengungsi di Banjar, ada sebanyak 51.362 warga, dengan kondisi 14.791 rumah warga terendam banjir. Sedangkan di Banjar Baru, pengungsian terdampak banjir, tercatat 622 jiwa, dengan angka rumah hunian terendam sebanyak 296 unit. Di Tanah Laut, wilayah banjir terparah mendesak 27.024 warga mengungsi, dan meninggalkan rumah hunian sebanyak 8.249 unit. 

Angka korban jiwa tercatat ada di Hulu Sungai Tengah, dengan lima warga meninggal dunia, dan 11.200 warga mengungsi, serta 64.400 hunian terendam banjir. Sedangkan di Balangan, sampai saat ini, tercatat 11.816 warga mengungsi, dan 3.571 rumah tinggal terendam air. Di Tabalong, tercatat 180 orang mengungsi, dan 92 unit rumah terendam. Di Tapin, banjir mendesak 1.777 orang mengungsi, dan 112 rumah terendam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA