Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

AS Masukkan Israel dalam Misi Pasukan Khusus

Sabtu 16 Jan 2021 19:51 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Israel dan Amerika Serikat diproyeksikan di dinding kota tua Yerusalem, Rabu (6/12). Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Bendera Israel dan Amerika Serikat diproyeksikan di dinding kota tua Yerusalem, Rabu (6/12). Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Foto: AP Photo/Sebastian Scheine
AS memasukkan Israel dalam misi pasukan CENTCOM karena perjanjian damai Timteng

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk memasukkan Israel sebagai bagian dari misi US Central Command’s (CENTCOM). CENTCOM adalah bagian dari militer AS yang bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan Amerika, dari wilayah Tanduk Afrika hingga Asia Tengah. 

Dilaporkan laman Sputnik, alasan Trump memasukkan Israel sebagai bagian dari tanggung jawab CENTCOM karena adanya Abraham Accords. Itu adalah perjanjian damai dan normalisasi diplomatik Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Pada Jumat (15/1), Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa struktur CENTCOM akan disesuaikan untuk mencakup pengawasan bagi Israel. 

Israel ditarik dari area tanggung jawab US European Command’s. 

Baca Juga

“Kami menyusun batasan untuk mengurangi risiko dan melindungi kepentingan dan mitra AS. Meredanya ketegangan antara Israel dan tetangga Arabnya setelah Perjanjian Abraham telah memberikan peluang strategis bagi AS untuk menyelaraskan mitra utama melawan ancaman bersama di Timur Tengah,” kata Departemen Pertahanan AS. 

“Israel adalah mitra strategis terkemuka untuk AS dan ini akan membuka peluang tambahan untuk kerja sama dengan mitra CENTCOM kami sambil mempertahankan kerja sama yang kuat antara Israel dan sekutu Eropa kami,” kata Departemen Pertahanan AS.

Menurutnya, hal itu akan membuat kerja sama keamanan lebih baik. “Itu tidak masuk akal di masa lalu karena terlalu banyak ketidakpercayaan,” ucapnya. 

Wilayah tannggung jawab CENTCOM meliputi Timur Tengah dan Asia Tengah serta Selatan. Cakupannya membentang lebih dari 4 juta mil persegi dan memiliki populasi hingga 550 juta orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA