Sabtu 16 Jan 2021 19:11 WIB

Dua Karya Tari Anak Bangsa Ditampilkan di CID UNESCO Paris

Kiny Cultura Indonesia dan Gema Citra Nusantara jadi duta Indonesia.

Salah satu tarian Indonesia yang ditampilkan di CID Unesco.
Foto: Dok. Uni
Salah satu tarian Indonesia yang ditampilkan di CID Unesco.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kreasi tari anak bangsa yang dituangkan Kiny Cultura Indonesia dan Gema Citra Nusantara ke dalam video, terpilih sebagai 16 terbaik dari tiga ribu video anggota dalam lomba tari internasional bertema youth dance video. Direktur Kiny Cultura Kiki Puspita Sari mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan Conseil International de la Danse (CID) atau International Council for Film Television and Audiovisual Communication.

"Video kami dan yang terpilih lainnya diputar di Kantor Pusat UNESCO PBB, Paris, Prancis pada 10 Desember 2020," kata Kiki di Jakarta, Sabtu (16/1).

Menurut dia, tujuan dari digelarnya kegiatan ini untuk mendorong para koreografer dan direktur sekolah tari yang merupakan anggota dari CID agar membuat karya yang dieksekusi oleh penari berusia dibawah 18 tahun. Semua dituangkan dalam bentuk rekaman video.

Karya koreografi tersebut, kata dia, harus terinspirasi oleh nilai-nilai yang dipertahankan oleh UNESCO. Nilai-nilai itu adalah komunikasi antarbudaya dan antaragama, anti-doping, mempromosikan sejarah dan memori bersama untuk rekonsiliasi, melindungi, mempromosikan, dan menyebarkan warisan budaya, dan budaya perdamaian. Kemudian, berisikan tema kedamaian, dan pembangunan berkelanjutan, kemiskinan, perubahan iklim, bencana alam, dan ketidakadilan sosial.

 "Anak-anak tersebut tetap dapat berlatih tari di masa pandemi dengan cara latihan daring secara langsung dengan kakak pengajar dan pemusik. Pengiriman modul video latihan agar anak-anak dapat berlatih sendiri. Pertemuan beberapa kali dengan tetap memperhatikan protokol physical distancing dan protokol kesehatan," ujar dia.

Ia mengatakan, pencapaian ini sungguh luar biasa. Menurut dia, yayasan Kiny Cultura Indonesia sudah bergerak di kegiatan edukasi, pelestarian, dan promosi budaya Indonesia sejak berdiri 2016 lalu. Saat ini, kata dia, yayasan yang dipimpinnya ini merupakan anggota dari CID UNESCO yang memiliki hubungan kerjasama dengan beberapa festival budaya dan sekolah di luar negeri.

"Tarian yang dituangkan ke dalam video merupakan buah karya yang luar biasa karena artinya akan abadi dalam sebuah bentuk seperti lukisan, patung dan mahakarya seni lainnya," kata Kiki.

Adapun Sanggar Gema Citra Nusantara telah ada sejak 2004. Kegiatannya berbasis tradisional dan terdaftar di Dinas Kebudayan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta.

"Komunitas kami aktif sebagai peserta dan pengisi acara dalam berbagai festival, event dan misi kebudayaan yang diselenggarakan oleh KBRI, KJRI dan berbagai organisasi kebudayaan yang ada di dalam dan luar negeri," kata Art Director sanggar tersebut, Mira Marina Arismunandar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement