Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Lonjakan Covid-19 di Depok, Meninggal Bertambah 10 Orang

Sabtu 16 Jan 2021 16:59 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Hiru Muhammad

Saat ini Kota Depok masih berstatus zona merah siaga satu Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Telah terjadi rekor korban positif Covid-19 yang meninggal dunia. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok melaporkan Sabtu (16/1) korban yang meninggal dunia cukup banyak yakni 10 orang. Jadi, total pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 495 orang atau 2,31 persen.

Untuk korban posiif Covid-19 juga masih bertambah cukup banyak. Terjadi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 370 orang. Jadi, total pasien positif Covid-19 sudah mencapai 21.453 orang.  Sedangkan kasus konfirmasi aktif sebanyak 4,202 orang atau 19,59 persen. Untuk suspek aktif sebanyak 886 orang atau 6,59 persen dan kontak erat aktif sebanyak 2.840 orang atau 10,47 persen. 

Adapun pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah 221 orang. Total pasien positif Covid-19 yang sembuh menjadi 16.756 orang atau 78,11 persen dari total kasus konfirmasi positif. Saat ini Kota Depok masih berstatus zona merah siaga satu Covid-19. Untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Untuk mengatasi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sedang melaksanakan pemberian vaksin Covid-19 gratis. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Novarita mengatakan, meski vaksinasi Covid-19 di Kota Depok sedang dilaksanakan, pihaknya tetap mengimbau semua pihak agar tetap mentaati protokol kesehatan dengan baik. 

"Kunci utama dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak fisik. Jangan abai, selalu taat protokol kesehatan dan tingkatkan juga imun dan iman," katanya. 

BACA JUGA: Viral Pidato Presiden Jokowi Perintahkan "Dor Mereka", Ini Cek Faktanya

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA