Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Setelah Divaksinasi, Masih Bisakah Tularkan Virus Corona?

Sabtu 16 Jan 2021 16:26 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Setelah Divaksinasi, Masih Bisakah Tularkan Virus Corona?

Setelah Divaksinasi, Masih Bisakah Tularkan Virus Corona?

Mereka yang divaksinasi corona, seringkali berperilaku seperti sebelum pandemi.

Pada prinsipnya, sebuah vaksin bisa meringankan gejala sakit. Atau dalam kasus ideal, bahkan mencegah jangan sampai orang jatuh sakit. Tapi terkait keampuhan dan efek vaksin corona, masih terlalu sedikit hasil riset yang tersedia. Seberapa lama perlindungan vaksin corona bertahan?

Seberapa jauh vaksin membantu mengurangi penyebaran virus atau bahkan menghentikan pandemi Covid-19? Juga belum diketahui, apakah mereka yang sudah divaksin tetap bisa menularkan virus corona?

Yang sudah jelas: Jika divaksin dua dosis, baik vaksin BioNTech/Pfizer maupun vaksin Moderna memberikan perlindungan hingga 95% terhadap virus corona. Demikian hasil riset selama ini. Pada fase 3 uji klinis, BioNTech/Pfizer melakukan uji kandidat vaksin pada sekitar 44.000 orang dan Moderna pada sekitar 33.000 responden.

Lembaga pemantau pandemi Jerman, Robert Koch-Institut (RKI) sejauh ini belum mengetahui, apakah mereka yang sudah divaksin dapat menularkan virus corona dan dalam skala sebesar apa? "Data yang sejauh ini tersedia, tidak memungkinkan asesmen menyangkut keampuham vaksin Covid-19 berbasis mRNA, dikaitkan dengan pencegaham atau pengurangam transimisi virus", demikian pernyataan RKI.

Karena itu, hingga data tersedia dan menunjukkan, vaksinasi terbukti melindungi kita dari penularan, protokol kesehatan tetap harus ditaati. Prokes yang paling umum adalah: pemakaian masker, menjaga jarak dan menerapkan higiene

Ada dua jenis imunitas

Yang paling ideal adalah jika vaksinasi corona melindungi orang, agar sejak awal tidak terinfeksi. "Sejauh ini belum ada bukti vaksin corona menciptakan apa yang disebut "imunitas mensterilkan". Demikian penjelasan pusat informasi kesehatan federal Jerman. "Sejauh ini belum ada datanya. Hasil vaksinasi baru bisa diperoleh beberapa bulan mendatang", lapor jawatan kesehatan Jerman itu. Imunitas mensterilkan menjadi salah satu aspek penting bagi imunitas kelompok atau "herd immunity", dimana virusnya tidak lagi menular diantara orang yang sudah divaksin.

Hingga kini belum ada data bahwa vaksin mRNA baik produksi BioNTech/Pfizer maupun Moderna mencegah orang yang divaksinasi terinfeksi virus corona. Sejauh ini belum ada jawaban tegas, bagi pertanyaan apakah orang yang sudah mendapat vaksinasi masih bisa menularkan virus? Dan jika bisa separah apa? Jawaban yang ada, hanya "kemungkinan" atau "boleh jadi". Padahal yang diharapkan adalah, vaksinasi mencegah orang terinfeksi, dan dengan begitu tubuh sama sekali tidak mengandung virus yang bisa ditularkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA