Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Lampard Instruksikan tak Boleh Berpelukan Saat Selebrasi Gol

Sabtu 16 Jan 2021 16:20 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Chelsea Thiago Silva (kanan) merayakan dengan rekan satu tim setelah mencetak gol pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea FC dan West Ham United di London, Selasa (22/12) dini hari WIB.

Pemain Chelsea Thiago Silva (kanan) merayakan dengan rekan satu tim setelah mencetak gol pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea FC dan West Ham United di London, Selasa (22/12) dini hari WIB.

Foto: John Walton / POOL/PA POOL
Maka dari itu Liga Primer Inggris merilis aturan baru pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea Frank Lampard sudah meminta pemainnya tidak berpelukan saat melakukan selebrasi gol. Walaupun ia menyebut saling memeluk saat selebrasi gol adalah naluri pemain, sehingga sulit dibendung. Dengan kasus positif dan kematian akibat Covid-19 yang menyentuh rekor tertinggi, Inggris kembali menerapkan karantina nasional.

Maka dari itu Liga Primer Inggris merilis aturan baru pekan ini, untuk membatasi kontak pemain, termasuk bersalaman, tos dan memeluk. Lampard memahami situasi ini untuk bisa menjaga jarak sebisa mungkin. Ia juga mengungkapkan kalau pemainnya tidak ingin melakukan hal yang salah.

Selain itu, saat pemainnya ada di lapangan dan mencetak gol, sebisa mungkin akan berusaha beradaptasi untuk tidak saling memeluk. Paling tidak, idealnya sehabis mencetak gol pemain kembali ke wilayah mereka dan mulai kembali pertandingan. 

''Tapi dalam sepak bola itu tidak akan terjadi. Saya tidak berpikir Anda bisa menahan pemain saling memeluk walaupun ada aturan itu,'' ujar Lampard, dikutip dari laman resmi Chelsea, Sabtu (16/1).

Chelsea sendiri akan tampil menghadapi Fulham dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Craven Cottage tengah malam nanti WIB.

Ia berjanji melakukan yang terbaik dengan  menerapkan protokol yang ada. Lampard menegaskan akan berusaha kerap meminimalisir risiko penyebaran virus corona ini. Apalagi, di saat banyak orang kerja dari rumah, pesepak bola tetap bertanding di lapangan. 

''Mereka menempatkan diri di lingkungan yang berpotensi membahayakan, tapi juga keluarga mereka saat pulang ke rumah, istri yang sedang hamil, kakek-nenek, orang tua, saudara. Kami harus mengerti pesepak bola juga manusia,'' kata Lampard.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA