Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Divaksin Tetap Perlu Protokol Kesehatan? Ini Kata Jokowi

Sabtu 16 Jan 2021 06:35 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Layar menampilkan video sambutan Presiden Joko Widodo saat pertemuan tahunan OJK di Jakarta, Jumat (15/1/2021). OJK sudah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan untuk tetap menjaga industri jasa keuangan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendorong serta memulihkan perekonomian nasional yang termuat dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021 – 2025.

Layar menampilkan video sambutan Presiden Joko Widodo saat pertemuan tahunan OJK di Jakarta, Jumat (15/1/2021). OJK sudah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan untuk tetap menjaga industri jasa keuangan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendorong serta memulihkan perekonomian nasional yang termuat dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021 – 2025.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Vaksinasi massal bertujuan untuk membentuk herd immunity.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menekankan bahwa protokol kesehatan tetap perlu dijalankan kendati seseorang sudah mendapat vaksinasi Covid-19. Pernyataan presiden ini lantas memunculkan pertanyaan di sebagian kalangan, mengapa protokol kesehatan masih perlu dijalankan padahal sudah divaksin?

Presiden Jokowi menjelaskan, vaksinasi massal dilakukan dengan tujuan membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. Dengan batas minimal 70 persen populasi mendapat vaksin, maka diyakini kekebalan komunitas ini bisa terbentuk.

Apabila kekebalan komunitas terbentuk, ujar presiden, maka virus Covid-19 tak lagi mendapat ruang untuk menginfeksi masyarakat. Termasuk, kelompok yang tidak mendapat vaksinasi karena alasan kesehatan pun tetap terlindungi dari Covid-19 lantaran virus tak punya lagi celah untuk menular.

Hanya saja, kekebalan komunitas tersebut tidak terwujud dalam waktu singkat. Indonesia sendiri menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa rampung sebelum akhir tahun 2021 ini.  "Jadi meskipun sudah divaksin, ini selalu saya sampaikan tetap yang namanya disiplin protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat. Sampai seluruh dunia kembali normal tanpa pandemi," ujar Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Jumat (15/1) malam.

Jokowi menambahkan, terbentuknya kekebalan komunitas nanti juga menjadi titik balik pemulihan ekonomi secara penuh.  "Sehingga risiko penyebaran covid akan berhenti dan kegiatan perekonomian akan sepenuhnya pulih kembali," ujar Jokowi.

Isu mengenai perlunya menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin santer diperbincangkan warganet setelah viralnya Raffi Ahmad yang terlihat 'kumpul-kumpul' tanpa protokol kesehatan ketat. Sebagian warganet mempertanyakan alasan orang yang sudah divaksin masih harus menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA