Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Bayi Prematur Jamaah Umroh Pakistan Kini Dikembalikan

Sabtu 16 Jan 2021 04:54 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Andi Nur Aminah

Bayi seorang jamaah umroh asal Pakistan, kini dikembalikan setealah mendapa sertifikasi guru lainnya

Bayi seorang jamaah umroh asal Pakistan, kini dikembalikan setealah mendapa sertifikasi guru lainnya

Foto: saudigazette
Bayi prematur itu dirawat selama setahun penuh di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Rumah Sakit Bersalin dan Anak di Makkah menyerahkan bayi laki-laki Pakistan kepada delegasi konsulat Pakistan setelah merawatnya selama setahun penuh. Bayi tersebut, lahir dari seorang jamaah Umrah Pakistan yang melahirkan secara prematur dan di bawah pengawasan tim medis khusus.

Direktur Eksekutif Rumah Sakit, Hilal Al-Maliki menyerahkan anak itu kepada Konsul Pakistan, Saqib Ali Khan. Konsul Pakistan berterima kasih kepada pemerintah Saudi serta Kementerian Kesehatan dan tim medis di rumah sakit, karena telah memberikan perawatan yang sangat baik kepada bayi tersebut. Selama dirawat, pihak rumah sakit juga terus berkomunikasi dengan orangtua bayi untuk meyakinkan kondisi kesehatannya.

Menurut Dr Al-Maliki, bayi tersebut lahir secara prematur dan hanya memiliki berat satu kilogram dan ditempatkan di ventilator. Bayi tersebut tetap di dalam rumah sakit di bawah pengawasan dokter spesialis dan konsultan khusus. Sang bayi dalam perawatan intensif neonatal untuk jangka waktu 46 hari.

Baca Juga

Usai melahirkan secara cesar, ibu bayi tersebut kembali menjalani perawatan di rumah sakit dan bayi masuk dalam ruang inkubator. Karena khawatir terpapar virus corona, bayi prematur tersebut harus menetap dan dalam pengawasan dokter khusus sampai berat badannya membaik.

"Bayi prematur tersebut berada dalam perawatan kesehatan dan perhatian dalam perawatan intensif hingga berat badannya membaik dan ia dipindahkan ke perawatan khusus di bawah pengawasan Departemen Pelayanan Sosial. Dan dia sekarang dalam kesehatan yang sangat baik sehingga memungkinkan dia untuk meninggalkan negara itu," ujar Dr. Attiyyah Al-Zahrani selaku direktur medis dan kepala unit perawatan intensif neonatal, dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (16/1).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA