Jumat 15 Jan 2021 23:24 WIB

PM Hongaria Minta Regulator Beri Jawaban Soal Vaksin China

Hongaria berpeluang jadi negara pertama Eropa yang memakai vaksin China.

Paket vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi AS Moderna dipegang oleh seorang karyawan di tempat grosir obat-obatan Hongaria Hungaropharma di Budapest, Hongaria, 12 Januari 2021. Vaksin akan disimpan dalam freezer pada suhu minus 25 derajat Celsius.
Foto: EPA/SZILARD KOSZTICSAK
Paket vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi AS Moderna dipegang oleh seorang karyawan di tempat grosir obat-obatan Hongaria Hungaropharma di Budapest, Hongaria, 12 Januari 2021. Vaksin akan disimpan dalam freezer pada suhu minus 25 derajat Celsius.

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Regulator medis Hongaria diharapkan memberikan jawaban yang jelas dalam beberapa hari ini terkait apakah negara itu dapat mulai menggunakan vaksin virus Corona yang dikembangkan oleh China untuk inokulasi massal. Demikian disampaikan  Perdana Menteri Viktor Orban, Jumat.

Pemerintah Hongaria, yang ingin meningkatkan kampanye vaksin, pada Kamis (14/1) mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Sinopharm China untuk membeli vaksin virus Covid-19. Hongaria, yang memiliki rekam jejak melanggar aturan dengan Brussels dalam masalah kebijakan, akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang menyetujui dan mulai menggunakan vaksin Covid buatan China.

Negara tersebut mengeluarkan keputusan pada Kamis yang memungkinkan dimulainya pengadaan di luar skema sentralisasi Uni Eropa (EU), setelah menteri luar negeri mengatakan pengadaan EU "sangat lambat".

"Saya telah meminta pihak berwenang untuk bertindak secara menyeluruh, tetapi secepat mungkin dan mengatakan A atau B ... karena ada lebih dari satu juta (dosis) vaksin China yang dapat kita gunakan dalam beberapa hari," kata Orban kepada radio negara.

Dia mengatakan kapasitas vaksinasi Hongaria jauh lebih besar daripada jumlah yang tersedia sekarang melalui pengiriman EU.

Hongaria sejauh ini telah memvaksinasi lebih dari 105.000 orang --petugas kesehatan dan penghuni panti jompo-- dengan vaksin Covid-19 dari Pfizer Inc dan Moderna.

Orban mengatakan jika jumlah vaksin yang tersedia cukup, Hongaria dapat menginokulasi setengah juta orang setiap harinya. Menurut survei yang diterbitkan oleh Kantor Pusat Statistik pada Jumat, keinginan warga Hongaria untuk menerima vaksin telah meningkat, meski masih hanya 27 persen yang pasti berencana untuk divaksin.

Sejak 11 November, semua sekolah menengah telah ditutup di Hongaria, begitu pula hotel dan restoran --kecuali untuk makanan dibawa pulang. Selain itu, jam malam pukul 19.00 GMT telah diberlakukan, dan kerumunan orang telah dilarang.

sumber : Reuters/antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement