Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

BNPB: Korban Meninggal Gempa Sulbar Bertambah 42 Orang

Jumat 15 Jan 2021 22:27 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Bayu Hermawan

 Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).

Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).

Foto: AP Photo/Yusuf Wahil
Jumlah korban meninggal gempa Sulbar bertambah 42 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal akibat gempa Sulawesi Barat menjadi 42 orang. Berdasarkan pemuktahiran data yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (15/1) malam, tercatat 300 unit rumah tinggal mengalami rusak berat, dan tujuh unit bangunan fasilitas umum lainnya juga mengalami porak-poranda.

Kepala Pusat Data dan Komunikasi BNPB Raditya Jati dalam laporannya mengatakan, korban jiwa meninggal dunia terbanyak di Kabupaten Mamuju. "Rinciannya 34 orang meninggal dunia, di Kabupaten Mamuju, dan delapan orang lainnya, (meninggal dunia) di Kabupaten Majene," katanya dalam rilis resmi BNPB yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (15/1).

Adapun untuk bangunan fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat, di antaranya Rumah Sakit Mitra Manakara. RSUD Kabupaten Mamuju, pun dalam kondisi hancur. Gempa bumi yang terjadi pada Jumat (15/1), pagi itupun membuat kerusakan parah di Pelabuhan Laut Mamuju. Jembatan Kuning, yang berada di Takandeang, Tapalang, Mamuju pun mengalami kondisi rusak parah. Di Majene, sebanyak 300 unit rumah tinggal rusak parah. 

Baca Juga

"Pendataan kerusakan akibat bencana gempa ini, masih terus dilakukan," ujar Jati.

Adapun saat ini, terdapat tiga fasilitas umum yang dikabarkan masih dapat difungsikan untuk evakuasi, dan pertolongan. Di antaranya, kata Jati, yakni RS Bhayangkara, dan RS Regional Provinsi Sulbar, serta RS Mamuju. Kondisi lain yang dilaporkan BNPB, yakni kebutuhan penerangan, dan sumber daya. Sampai Jumat (15/1) malam, Jati mengatakan, sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju, sudah mendapatkan pasokan listrik. Sedangkan di wilayah Kabupaten Majene, perbaikan sarana listrik, masih terus dilakukan. 

"Di Majene, proses perbaikan sumber listrik, masih dilakukan. Seluruh wilayah Majene, akses listrik masih dalam keadaan padam," ujarnya.

BNPB mengingatkan, gempa 6,2 SR yang terjadi di Sulbar, Jumat (15/1) pagi, belum dapat dikatakan aman. Sebab, menurut laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menjadi acuan darurat bencana kegempaan oleh BNPB, menyatakan, masih ada potensi gempa susulan. 

"Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan. Dan agar masyarakat hanya mengikuti informasi yang disampaikan resmi oleh BMKG, dan BNPB terkait kebencanaan," jelas Jati.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA