Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Habib Ali Assegaf, ‘Paku’ Dakwah Jakarta Guru Para Ustadz 

Jumat 15 Jan 2021 22:18 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dikenal sebagai sosok yang istiqamah dan murah senyum

Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dikenal sebagai sosok yang istiqamah dan murah senyum

Foto: dok
Habib Ali Assegaf dikenal sebagai sosok yang istiqamah dan murah senyum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH M Cholil Nafis turut berduka cita atas meninggalnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di rumah sakit Holistik Purwakarta, Jumat (15/1) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kiai Cholil sudah mengenal Habib Ali sejak pertama kalinya datang ke Jakarta. Menurut dia, Habib ali merupakan putra dari ulama Karismatik Jakarta yang terkenal lantang, yaitu Habib Abdurrahman bin Ahmad  Assegaf (Sayyidul Walid).

“Sejak saya awal ke Jakarta sudah sering mendengarkan ceramahnya di beberapa pengajian. Beliau Habib dan ulama yang karismatik dan dicintai umat. Sungguh umat berduka atas wafatnya,” ujar Kiai Cholil saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/1).  

Baca Juga

Habib Ali adalah tokoh ulama kharismatik yang disegani di Jakarta, kiprahnya melanjutkan  perjuangan dakwah Sayidul Walid sebagai  ulama  sentral  yang menjadi  rujukan para  ulama dan habib. Habib Rizieq Shihab pun berguru kepada Habib Ali.

“Beliau sebagai gurunya Habib Rizieq yang mengesankan kesabaran, dan juga saya mengenang beliau adalah dai yang karismatik di Jakarta dan menjadi pakunya dakwah di Jakarta,” ucap Kiai Cholil.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini menuturkan, keluarga istrinya yang dari Betawi juga selalu menghadirkan Habib Ali dalam segala acara keagamaan. Bahkan, saat salah satu keluarganya wafat, Kiai Cholil bersama keluarganya rela menunggu untuk disholati Habib Ali.

“Jadi beliau sangat dihormati, dikagumi, disegani, dan sangat karismatik di Jakarta. Ceramahnya sederhana namun membangkitkan semangat keislaman dan kecintaan pada ilmu,” kata Kiai Cholil.

“Sungguh-sungguh saya dan umat Islam merasa kehilangan dengan wafatnya almarhum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf. Sering kita menyebutnya walid. Walid itu adalah bapak kita atau abah,” imbuhnya.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA