Sabtu 16 Jan 2021 00:07 WIB

Hoaks Tsunami, Tapi Warga Mamuju Bersiap Cari Posisi Tinggi

Warga sudah mengantisipasi jika kemungkinan buruk tsunami itu terjadi.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andi Nur Aminah
Suasana warga Mamuju yang mengungsi di Posko BKKBN Mamuju, Jumat (15/1).
Foto: dok. Istimewa
Suasana warga Mamuju yang mengungsi di Posko BKKBN Mamuju, Jumat (15/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi berita adanya gempa susulan berpotensi tsunami adalah hoaks. Meski demikian, warga Mamuju Sulawesi Barat tetap bersiap mencari lokasi tinggi.

"Warga sudah mengantisipasi jika kemungkinan buruk itu terjadi. Sudah siap barang-barang yang bisa langsung dibawa lari ke tempat yang lebih tinggi," ujar staf Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar, Ayudia, dalam pesan yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/1).

Baca Juga

Ayudia menyebut, posko BKKBN jaraknya sekitar 2 hingga 3 km dari bibir pantai. Dengan kondisi ini, ia menyebut masih memungkinkan bagi pengungsi untuk lari ke posisi yang lebih tinggi, jika kemungkinan buruk itu terjadi.

Wanita yang berada di posko pengungsian BKKBN Mamuju ini juga menyebut di lokasi disediakan genset yang dinyalakan tiap satu jam. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengisi daya ponsel dan menyalakan wifi. "Ini kesempatan charge hape dan nyalakan wi-fi. Ada kamar mandi darurat, air bersih, dan ada dua dapur umum yang dibuat swadaya," lanjutnya.

Di lokasi tersebut, jumlah pengungsi sekitar 70 orang. Posko tersebut kebanyakan diisi anak-anak dan ibu-ibu, dengan bayi berumur 6 bulan sebagai pengungsi termuda.

Ayudia juga menyebut untuk saat ini warga di lokasi membutuhkan tambahan tenda. Tidak sedikit warga di sana yang disebut tidur di dalam mobil dengan kondisi bensin yang minim. "Tangki bensin tutup karena mati lampu, bensin mobil sudah habis. Yang paling ditunggu adalah tenda, apalagi sekarang hujan," kata dia.

Untuk bahan makanan, hingga saat ini masih tersedia beberapa bahan seperti beras dan mie instan. Di dekat posko pengungsian BKKBN, dia mengatakan tersedia dapur umum yang disediakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang lokasinya tidak jauh dari posko BKKBN. "Saat ini ada bantuan tenda dari BP PAUD sebagai mitra BKBBN sebanyak dua unit. Tapi kami masih membutuhkan tenda lagi apalagi sekarang hujan," lanjutnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement