Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Prancis Perketat Tes Covid Bagi Pelancong Luar Uni Eropa

Sabtu 16 Jan 2021 02:40 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang pria menaiki tangga yang kosong ketika diberlakukannya jam malam di Marseille, Prancis, Ahad (10/1). Menanggapi adanya temuan varian baru Covid-19 di kota Marseille, otoritas setempat akan memberlakukan jam malam lebih awal. Semula, aktivitas masyarakat berhenti pukul 8 malam dan kini menjadi pukul 6 sore hingga 6 pagi keesokan harinya.

Seorang pria menaiki tangga yang kosong ketika diberlakukannya jam malam di Marseille, Prancis, Ahad (10/1). Menanggapi adanya temuan varian baru Covid-19 di kota Marseille, otoritas setempat akan memberlakukan jam malam lebih awal. Semula, aktivitas masyarakat berhenti pukul 8 malam dan kini menjadi pukul 6 sore hingga 6 pagi keesokan harinya.

Foto: AP / Daniel Cole
Jika uji lateral atau antigen tidak diterima, pelancong harus memiliki hasil tes PCR

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Prancis telah mengumumkan bahwa orang-orang dari negara-negara non-Uni Eropa (EU) tidak akan lagi dapat masuk ke Prancis walaupun memegang hasil negatif tes cepat Covid-19 yang mudah tersedia. Aturan baru tersebut, yang mulai berlaku terhitung 18 Januari, ditetapkan dalam dokumen pemerintah Prancis.

Dokumen itu menyebutkan orang-orang tidak akan lagi bisa menggunakan pengujian antigen, atau jenis lateral, yaitu tes-tes yang dapat mengeluarkan hasil dalam beberapa menit. Tes yang lebih cepat itu selama ini banyak digunakan oleh para pengemudi truk yang mengangkut barang melintasi terowongan Channel antara Inggris dan Prancis.

Selama beberapa pekan terakhir ini, Prancis telah meminta orang-orang yang masuk ke Prancis dari Inggris untuk membuktikan bahwa mereka tidak terinfeksi Covid-19. Belum jelas apa dampak aturan pengujian baru terhadap transportasi barang melalui terowongan tersebut. Kegiatan transportasi itu sudah mengalami dampak akibat pemisahan Inggris dari Uni Eropa.

Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan pada Jumat bahwa para petugas pengangkutan bisa menggunakan uji jenis lateral. Hingga saat ini, dalam pedoman yang diterbitkan pemerintah Prancis tidak disebut ada pengecualian bagi para pengemudi truk.

Jika uji lateral atau antigen tidak diterima, pelancong harus memiliki hasil tes PCR. Tes PCR dapat memakan waktu beberapa hari untuk mengeluarkan hasil dan lebih sedikit tersedia di Inggris bagi orang-orang yang tidak memiliki alasan medis untuk menjalani tes.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA