Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Polemik Kontak Fisik Saat Perayaan Gol di Inggris Berlanjut

Jumat 15 Jan 2021 20:44 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Para pemain Manchester City merayakan kemenangan setelah Kevin De Bruyne mencetak gol ketiga timnya pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge, London, Inggris, Senin (4/1) dini hari WIB.

Para pemain Manchester City merayakan kemenangan setelah Kevin De Bruyne mencetak gol ketiga timnya pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge, London, Inggris, Senin (4/1) dini hari WIB.

Foto: Andy Rain / Pool via AP
Sulit mengendalikan emosi pemain jika sedang meluapkan kesenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Polemik di Liga Primer Inggris mengenai kontak fisik terus berlanjut. Manajer Wes Bromwich Albion, Sam Allardyce sempat mempertanyakan perlunya pedoman Covid-19 atas perayaan gol. 

Liga Primer Inggris mengeluarkan dekrit perayaan gol pada klub sebagai upaya untuk membatasi penyebaran virus corona setelah peningkatan kasus di Inggris. Beberapa pertandingan bahkan harus ditunda setelah klub terkena wabah tersebut.

Bahkan anggota parlemen Inggris menggambarkan tindakan tersebut sebagai sesuatu  yang tidak terpuji. Namun Allardyce tidak percaya akan ada perbecdaan jika pemain dicegah untuk berpelukan.

"Tentunya melompat satu sama lain dan berpelukan tidak mungkin dilakukan sekarang. Saya tidak yakin mengapa kita harus lakukan pembatasan pergerakan tim dan kita diuji dua kali sepekan itu membuat perbedaan," kata Allardyce dilansir dari laman Firstpost, Jumat (15/1).

Namun Allardyce tetap menghormati keputusan itu dan mengikuti setiap protokol yang ada. Hanya, dia tidak bisa menjanjikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kemudian hari.

"Jika itu protokolnya, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mematuhinya. Tapi saya tidak bisa menjanjikan bahwa siapapun tidak kaan terbawa suasana jika mereka mencetak gol," kata Allardyce.

Di sisi lain, manajer Chelsea, Frank Lampard turut memperingatkan bahwa akan sulit mendikte emosi pemain. Namun dia mengingatkan bahwa pemain harus bisa bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, termasuk mengendalikan emosi. 

"Mari kita lihat bagaimana ini berjalan karena seiring berjalannya waktu kita akan melihat apakah pemain bisa mengendalikannya, saya harap mereka bisa," kata Lampard.

Lampard pun memastikan akan berupaya untuk mengikuti aturan ini. Tak tanggung-tanggung, Lampard akan melarang pemain melakukan perayaan gol dan kontak fisik berlebih saat latihan.

"Mungkin kami akan melakukannya. Dengan keseriusan, kami berlatih dengan jarak aman sebanyak yang kami bisa di tempat latihan. Di lapangan kadang sulit, karena anda harus berlatih dan dekat dengan satu sama lain," kata Lampard.

"Jadi yang pasti itu adalah salah satu yang saya sampaikan pada pemain, kalian melihat banyak pelukan dalam grup ketika mereka memenangkan sesuatu," ujar mantan gelandang West Ham United ini menambahkan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA