Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Airlangga MInta Kader Golkar Melek Media Sosial

Jumat 15 Jan 2021 20:04 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama jajaran pengurus DPP meresmikan Studio Digital di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (15/1).

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama jajaran pengurus DPP meresmikan Studio Digital di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (15/1).

Foto: Istimewa
Golkar membidik 30 juta pemilih milenial melalui kampanye medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin bisa memanfaatkan media sosial untuk berkampanye. Ia menegaskan, hal itu dibutuhkan sebagai strategi kampanye mikro meraih suara pemilih.

Ia menuturkan, Golkar sudah memberi perhatian pada penggunaan strategi kampanye mikro seperti door to door, maupun penggunaan media sosial, media massa secara tepat. Menurutnya, kader Golkar harus akrab dengan sarana kampanye yang benyak digunakan generasi milenial.

"Ini menjadi tools masa kini, dan di sisi lain tentu kita harus mengoptimalkan peran DPR RI, DPR provinsi, DPR kab kota serta mesin partai, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa, kelurahan, ini adalah kunci kemenangan Partai Golkar," kata Airlangga dalam acara peresmian Studio Digital Partai Golkar secara virtual, Jumat (15/1).

Airlangga menambahkan, data Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), pada 10 hari masa kampanye penyelenggaraaan kampanye hanya 56 kegiatan yang menggunakan metode daring. Menurutnya angka tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah kampanye dengan metode tatap muka 16.574 kegiatan di periode yang sama.

"Angka tersebut menggambarkan bahwa kampanye dengan metode daring belum menjadi metode yang diprioritaskan bagi para peserta pilkada maupun tim suksesnya," ujarnya

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga menyebut jumlah kelompok milenial sebanyak 30 juta. Melihat jumlah tersebut, ia melihat ada potensi besar Partai Golkar bisa menjangkau kelompok tersebut.

"Partai Golkar sadar bahwa segmen pemilih khusus itu adalah pemilih pemula dan pemuda yang selama ini perlu kita sentuh hanya dengan peralatan yang mereka minati yaitu media sosial," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA