Jumat 15 Jan 2021 17:35 WIB

Watukebo Bakal Dijadikan Museum Situs Terbuka

Situs perbengkelan klasik di Watukebo ini baru pertama ditemukan di Pulau Jawa.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Situs Watukebo di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Foto: Dok. Humas Pemkab Banyuwangi
Situs Watukebo di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, akan menjadikan Situs Watukebo menjadi museum situs terbuka (open site museum).  Situs perbengkelan klasik dari masa Kerajaan Majapahit ini merupakan pertama dan satu-satunya di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan museum situs terbuka berarti masyarakat bisa langsung datang ke lokasi apabila hendak mengunjungi dan mempelajari benda-benda peninggalan di Situs Watukebo. "Jadi tidak perlu dibangun gedung baru," kata pria disapa Bramuda ini, Jumat (15/1).

Penelitian dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Perhutani Banyuwangi Utara selaku pemilik lahan diketahui Situs Watukebo pada masa lalu digunakan sebagai permukiman. Situs yang berada di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi ini juga sempat dijadikan perbengkelan logam selama abad 14 sampai 15 Masehi.

Rentang waktu tersebut diperkirakan merupakan masa Kerajaan Majapahit. Bramuda bersyukur masyarakat di sekitar situs sangat peduli dan turut menjaga kelestariannya. Beberapa benda sudah diselamatkan Perhutani Banyuwangi Utara dan disimpan di kantor mereka sebagai sampel.

Ia mengapresiasi Perhutani Banyuwangi Utara selaku pemilik kawasan yang telah melindungi Situs Watukebo. Saat ini, Situs Watukebo telah teregistrasi di Disbudpar Banyuwangi sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Dengan kata lain, perlakuan dan perlindungannya dianggap sama seperti cagar budaya.

Tim ahli Arkeologi dari Disbudpar Kabupaten Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo menjelaskan, keberadaan situs ini bermula saat Perhutani Banyuwangi Utara melaporkan temuan tersebut kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. BPCB menunjuk arkeolog Disbudpar Banyuwangi dibantu Balai Arkeologi DIY meneliti cagar budaya ini.

Pada saat survei di bagian permukaan situs, dia mengaku banyak menemukan benda-benda purbakala. Jika diperlukan, pihaknya bisa melakukan penggalian lebih lanjut nantinya.

Lebih detail, Bayu memaparkan, bukti yang mengindikasikan situs tersebut merupakan perbengkelan terdapat pada logamnya. Logam tersebut terlihat dari ditemukannya terak besi, tungku perapian, dan fragmen tanur.

Kemudian bekas lelehan besi dan fragmen kowi yang merupakan alat untuk melelehkan logam. Selain itu, tim juga menemukan gerabah, gandik (uleg-uleg), keramik Cina dan susunan batu-batu alam. Lalu struktur bata merah dan bekas galian yang diduga sebagai makam Mbah Janur Kuning.

Menurut Bayu, situs perbengkelan klasik di Watukebo ini baru pertama ditemukan di Pulau Jawa. Ada pula situs perbengkelan serupa lainnya di Indonesia seperti di tepi Danau Matano, Sulawesi Selatan dan Martapura, Kalimantan Selatan. "Namun berbeda periodisasi,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement