Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

KSAL: Peringatan Dharma Samudera Dilakukan Sederhana

Jumat 15 Jan 2021 14:05 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Yudha Manggala P Putra

Suasana upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590, Surabaya di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya Jawa Timur, Minggu (15/1).

Suasana upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590, Surabaya di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya Jawa Timur, Minggu (15/1).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Peringatan hari Dharma Samudera, setiap 15 Januari, dilakukan sederhana tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan upacara peringatan hari Dharma Samudera sebagaimana biasa dilakukan setiap 15 Januari. Namun, pelaksanaan tahun ini dilakukan sederhana mengingat tengah terjadi sejumlah peristiwa bencana di negeri ini.

"Tentunya dalam peringatan ini kita laksanakan sederhana. Namun esensi tidak dikurangi, kita kenang prajurit laut. Mengingat saat ini kita lihat sendiri, kita sedang prihatin," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono di atas KRI Dewa Ruci yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1).

Dia menerangkan, biasanya, kegiatan tersebut dilakukan secara besar-besaran karena memperingati kejadian yang menjadi kebanggaan prajurit TNI AL. Biasanya, kapal berlayar dan diikuti prajurit di dalamnya. Namun, karena situasi saat ini, dia memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukannya dengan sederhana.

"Mungkin hanya di dermaga-dermaga kalaupun ada kapal, ya di dermaga saja. Tidak keluar berlayar karena cuaca juga saat ini," ungkap dia.

Dia mengatakan, upacara peringatan hari Dharma Samudera dilakukan untuk mengenang dan memperingati para pahlawan bahari yang gugur dalam pertempuran-pertempuran di laut. Beberapa pertempuran laut yang pernah terjadi pada masa lalu, yakni pertempuran Selat Bali, pertempuran Laut Sapudi, pertempuran Laut Cirebon, pertempuran Teluk Sibolga dan pertempuran Laut Aru.

Tanggal 15 Januari ditetapkan sebagai hari Dharma Samudera diambil dari peristiwa pertempuran Laut Aru pada tahun 1962. Pertempuran yang merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari terbaik dalam mempertahankan negara di laut. Dalam pertempuran ini gugur seorang pahlawan bernama Komodor Yos Soedarso.

Dia mengatakan, para generasi penerus wajib memperingati perjuangan para pahlawan tersebut. Perjuangan pada era sebelum dan mempertahankan kemerdekaan itu harus diperingati agar perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dapat terus dilakukan hingga kini dan seterusnya.

"Makna yang perlu diambil dalam peringatan Hari Dharma Samudera untuk generasi muda adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para pahlawan kita di mana dengan penuh semangat hiroisme berjuang demi negara dan bangsa," kata dia.

Upacara Hari Dharma Samudera dilaksanakan di Lapangan M Silam, Mako Kolinlamil. Selain upacara, kegiatan tabur bunga juga dilakukan dan berlangsung di atas KRI Dewa Ruci yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelarungan karangan bunga dilakukan KSAL dan diikuti oleh para perserta upacara lainnya.

Ronggo Astungkoro

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA