Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Surabaya Raya Mulai Jalankan Vaksinasi Covid-19

Jumat 15 Jan 2021 13:52 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke tenaga kesehatan,  di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/1/2021). Vaksinasi kepada para tenaga kesehatan tersebut sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke tenaga kesehatan, di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/1/2021). Vaksinasi kepada para tenaga kesehatan tersebut sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik mulai vaksinasi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik mulai menjalankan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (15/1). Ketiga daerah tersebut menjadi prioritas utama di Jatim terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono berpesan kepada setiap petugas vaksin untuk selalu menunjukkan ampul vaksin kepada calon penerima, sebelum disuntik. Tujuannya memberikan kepastian keamanan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa yang divaksin benar-benar vaksin Covid-19 jenis Sinovac.

"Sebelum divaksinkan, vaksinnya harus ditunjukkan kepada yang divaksin bahwa ini adalah betul vaksin Sinovac dan dalam kondisi baik," kata Heru saat melakukan peninjauan vaksinasi di Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1).

Plt Walikota Surabaya Whisnu Saktibuana dalam sambutannya mengimbau semua kalangan masyarakat Kota Pahlawan tidak takut vaksinasi. Whisnu juga berpesan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Whisnu melanjutkan, keberanian menjalani vaksinasi merupakan bentuk keberanian menjaga keluarga, diri sendiri, dan negara dari penularan Covid-19. "Vaksinasi ini adalah ikhtiar bersama kita untuk terbebas dari pandemi Covid-19," ujar Wisnu.

Dalam pelaksanaan vaksin, Whisnu sempat harus mengulang proses screening kesehatan. Pada screening pertama, hasil tensi darahnya menunjukkan angka tinggi. Namun screening kedua, tekanan darahnya dinyatakan normal dan siap untuk divaksin.

Setelah divaksin, Whisnu mengaku tidak merasakan gejala efek samping apa pun. Walaupun tensinya sempat dinyatakan lebih tinggi dari normal, setelah divaksin dirinya tidak merasa pusing, mual, atau gejala klinis lain.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA