Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Diabetesi Perlu Perlindungan Lebih dari Virus yang Bermutasi

Jumat 15 Jan 2021 13:47 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

Pengetesan kadar gula darah. Dari penelitian awal pandemi, ditemukan hampir satu dari tiga orang yang meninggal akibat SARS-CoV-2 di rumah sakit yang mengidap diabetes.

Pengetesan kadar gula darah. Dari penelitian awal pandemi, ditemukan hampir satu dari tiga orang yang meninggal akibat SARS-CoV-2 di rumah sakit yang mengidap diabetes.

Foto: Needpix
Inggris didesak masukkan diabetesi ke daftar orang yang perlu dilindungi dari Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus mutasi virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) yang kian meningkat membuat pakar kesehatan di Inggris mendesak agar daftar orang yang perlu dilindungi dari Covid-19 harus diperluas dengan memasukkan diabetesi. Orang yang menderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki risiko yang tinggi jika mereka terinfeksi virus penyebab Covid-19 itu.

Dari penelitian awal pandemi, ditemukan hampir satu dari tiga orang yang meninggal akibat SARS-CoV-2 di rumah sakit yang mengidap diabetes. Badan amal Diabetes UK dan organisasi nirlaba JDRF mengatakan, diabetesi yang harus bekerja di luar rumah berada dalam bahaya.

Risiko terbesar
Menempatkan diabetesi dalam kategori orang yang harus dilindungi dari Covid-19 akan membuat mereka mendapatkan akses perlindungan finansial tambahan, khususnya terkait cuti dan tetap digaji meski tak masuk karena sakit. Badan amal tersebut hari ini telah menulis kepada empat Kepala petugas medis Inggris untuk mengklasifikasikan kasus diabetes berisiko tertinggi sebagai sangat rentan secara klinis (CES).

Namun, itu tidak berarti empat juta diabetesi di Inggris seluruhnya harus mendapat fasilitas perlindungan. Hanya mereka yang paling berisiko saja yang perlu masuk kategori itu.

Mereka yang berisiko terdiri dari orang yang berusia 50 tahun atau lebih, memiliki HbA1c 75mmol / mol (sembilan persen) atau lebih, dan yang pernah menjalani pengobatan untuk komplikasi terkait diabetes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA