Jumat 15 Jan 2021 13:30 WIB

PP Muhammadiyah Terjunkan MDMC Bantu Bencana di Majene

Relawan MDMC Sulbar sudah turun langsung di lapangan membantu warga yang terdampak.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Rumah yang roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 skala richter di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Foto: Dok BNPB
Rumah yang roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 skala richter di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerjunkan tim yang biasa membantu korban di lokasi bencana untuk menanggulangi korban dan dampak bencana alam gempa bumi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan mengatakan, pihaknya telah berkoodinasi dengan MDMC Kabupaten Luwuk, MDMC Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) terkait bencana gempa. Budi mengaku, sudah menginstruksikan anggota MDMC untuk segera berangkat ke Mamuju, Sulbar.

MDMC Kalimantan Timur (Kaltim), sambung dia, juga diminta untuk memberi dukungan dalam merespon pada gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 skala richter tersebut.

Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, mengatakan MDMC terkendala melakukan komunikasi dengan MDMC Sulbar. "Kemungkinan karena fasilitas komunikasi mengalami kerusakan. Namun demikian, kami sempat mendapatkan informasi berupa foto giat respon yang sudah dilakukan relawan kami di sana,” katanya di Jakarta, Jumat (15/1).

Berdasarkan informasi tersebut, menurut Indrayanto, relawan MDMC Sulbar sudah turun langsung di lapangan membantu warga yang terdampak. Prioritas pertama yang dilakukan saat ini adalah evakuasi warga yang masih terjebak reruntuhan bangunan.

Indrayanto mengatakan, selanjutnya MDMC akan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membantu warga terdampak, termasuk kemungkinan harus mengerahkan tim dari berbagai klaster seperti kesehatan, psikososial, hunian dan sanitasi.

“Melihat dari informasi-informasi awal yang masuk, kerusakan yang timbul akibat gempa ini cukup masif. Oleh karena itu, kami kemungkinan harus mengerahkan semua kekuatan yang diperlukan untuk membantu warga terdampak,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement