Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Sosok Makcomblang dalam Kisah Cinta Muhammad-Khadijah

Jumat 15 Jan 2021 07:04 WIB

Red: Esthi Maharani

Rasulullah SAW. Ilustrasi

Rasulullah SAW. Ilustrasi

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Siti Nafisah menjadi makcomblang yang diutus Khadijah untuk mengetahui sosok Nabi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam kisah cinta Nabi Muhammad Saw dan Siti Khadijah ada seorang wanita yang istimewa bernama Siti Nafisah. Dia yang menjadi makcomblang yang diutus Khadijah untuk mengetahui sosok Nabi Muhammad Saw.

Dalam tulisannya yang dimuat dalam Tanwirul Afkar, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH Afifuddin Muhajir menjelaskan, Siti Nafisah adalah sosok perempuan yang diutus Sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha sebagai perantara untuk mewawancarai Nabi Muhammad Saw dalam rangka mengetahui karakter dan garis hidup nabi.  

Setelah bertemu Nabi, Siti Nafisah memulai pembicaraan dengan mengajukan beberapa  pertanyaan,

ما الذي يمنعك من الزواج؟

Apa kendala yang membuat anda tidak menikah?

Kemudian, nabi Muhammad menjawab,

ما لي ما أتزوٌج به؟

Aku tidak mempunyai apa-apa untuk biaya menikah.

Siti Nafisah kemudian bertanya lagi,

فإن كفيت ذلك ودعيت الى مال وجمال ألا تجيب؟


Kalau dalam soal itu anda dicukupi dan diminta untuk (mengawini perempuan yang) berharta lagi cantik, apa Anda tidak mau?

Penasaran, Nabi pun bertanya balik,

من هي؟
 

Siapa dia?

Saiti Nafisah menjawab,

خديجة بنت خويلد
 
Khadijah binti khuwailid.

Namun, Nabi menganggap bahwa hal itu tidka mungkin terjadi padanya.  

أنٌى لي ذلك ؟

Mana mungkin hal itu terjadi bagiku?

Siti Nafisah menjawab,

 عليٌ ذلك

Itu urusan aku

Berdasarkan ilham dari Allah Swt, menurut Kiai Afifuddin, Nabi Muhammad kemudian merespons positif tawaran Siti Nafisah tersebut. Beliau mengambil langkah tepat dengan cara mendatangi paman-pamannya yang terhormat dalam rangka bermusyawarah dalam urusan ini. Mereka pun seluruhnya mendukung.

Langkah selanjutnya Sayyidina Hamzah, mendatangi Paman Khadijah dan bermusyawah. Tak pelak, upacara pinangan pun terjadi, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Bani Quraisy. Dalam acara itu, tampil Abu Thalib sebagai juru bicara pihak kanjeng Nabi serta secara resmi menyampaikan pinangan sekaligus memberikan sambutan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA