Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Covid-19 Kemungkinan Nantinya akan Mirip Flu Biasa

Jumat 15 Jan 2021 00:38 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Covid-19. Virus yang saat ini beredar mungkin akan menyerupai virus corona jenis sebelumnya penyebab flu biasa jika menjadi endemik.

Ilustrasi Covid-19. Virus yang saat ini beredar mungkin akan menyerupai virus corona jenis sebelumnya penyebab flu biasa jika menjadi endemik.

Foto: Pixabay
Virus yang menjadi penyebab Covid-19 akan terus beradaptasi.

REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA -- Ilmuwan memprediksi bahwa virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 akan terus beradaptasi. Virus yang saat ini beredar mungkin akan menyerupai virus corona jenis sebelumnya penyebab flu biasa jika menjadi endemik.

Dalam bidang studi epidemiologi alias ilmu yang mempelajari pola penyebaran penyakit, infeksi dikatakan endemik ketika terus-menerus ada pada tingkat dasar di suatu wilayah geografis dan selanjutnya akan bisa menjadi lebih diatasi.

Jika pandemi mengarah pada situasi ketidakpastian, endemik berarti sebaliknya. Penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan cacar air bisa menjadi endemik di suatu wilayah. Penyakit tersebut belum hilang, tapi sudah tersedia metode pencegahan dan pengobatan.

Temuan terungkap dalam sebuah penelitian Universitas Emory di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Studi menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat menjadi endemik apabila diidap anak pada usia dini. Infeksi pertama biasa terjadi antara usia tiga dan lima tahun.

Penyakit yang disebabkannya cenderung ringan, dan orang dengan usia yang lebih tua juga bisa terinfeksi. Bedanya, infeksi di masa kanak-kanak akan memberikan perlindungan kekebalan terhadap penyakit parah yang bisa disebabkannya.

"Infeksi alami di masa kanak-kanak memberikan kekebalan yang melindungi individu di kemudian hari dari penyakit parah, tapi tidak mencegah infeksi ulang berkala," ujar penulis studi, Jennie Lavine, dikutip dari laman Times Now News.

Studi tersebut telah terbit di jurnal Science pada Selasa (12/1). Hasilnya didasarkan pada analisis terhadap empat virus corona penyebab flu biasa dan SARS-CoV-1. Analisis data imunologi dan epidemiologi juga digunakan para peneliti.

Mereka mengembangkan model untuk memprediksi lintasan SARS-CoV-2 saat menjadi endemik, ketika virus beredar di populasi umum. Para peneliti mencatat bahwa empat virus corona penyebab flu biasa telah beredar di antara manusia sejak lama.

Hampir semua orang sudah terinfeksi pada usia muda. Menurut para peneliti, seberapa cepat pergeserannya sangat bergantung pada seberapa cepat virus menyebar dan jenis tanggapan kekebalan apa yang dipicu oleh vaksin SARS-CoV-2.

Model riset juga menunjukkan vaksin memicu perlindungan jangka pendek agar individu tidak terinfeksi kembali, juga mengurangi keparahan penyakit. Seperti halnya virus corona endemik lainnya, SARS-CoV-2 bisa menjadi endemik lebih cepat.

Dengan kata lain, model tersebut mengasumsikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2 bekerja serupa dengan virus corona sebelumnya. Akan tetapi, peneliti tidak benar-benar tahu dampak jika seseorang terinfeksi salah satunya saat dewasa.

Selain itu, model juga memprediksi rasio kematian akibat infeksi untuk SARS-CoV-2 mungkin turun di bawah influenza musiman (0,1 persen), setelah keadaan mapan endemik tercapai. Penelitian Lavine mendapat respons dari akademisi lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA