Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Satgas Menaruh Harapan kepada Raffi Ahmad

Kamis 14 Jan 2021 19:33 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Fuji Pratiwi

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Satgas menyatakan, pemerintah menaruh harapan pada Raffi Ahmad atas program vaksinasi Covid-19 dan pemilihan Raffi Ahmad sebagai influencer pertama yang menjalani vaksinasi bukan tanpa pertimbangan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Satgas menyatakan, pemerintah menaruh harapan pada Raffi Ahmad atas program vaksinasi Covid-19 dan pemilihan Raffi Ahmad sebagai influencer pertama yang menjalani vaksinasi bukan tanpa pertimbangan.

Foto: Foto: Lukas - Sekretariat Presiden
Pemerintah akan lebih baik lagi dalam menjalin kerja sama dengan influencer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 ikut buka suara terkait viralnya kejadian Raffi Ahmad yang terlihat berkumpul bersama pesohor lain tanpa protokol kesehatan yang ketat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, dipilihnya Raffi Ahmad sebagai salah satu peserta vaksinasi perdana di Istana Kepresidenan Jakarta bukan tanpa alasan. Sebagai pemengaruh alias influencer, Raffi Ahmad dianggap punya modal besar untuk meyakinkan anak muda agar mau divaksin.

Wiku menyebutkan, pemerintah menaruh harapan besar kepada Raffi Ahmad agar bisa mempromosikan vaksinasi sekaligus budaya protokol kesehatan. "Kami berharap melalui pemengaruh seperti Raffi Ahmad, bisa memainkan peran penting untuk memastikan anak-anak muda mendukung program vaksinasi ini. Hal-hal dan kesalahan bisa saja terjadi, tapi ini sudah diklarifikasi oleh Raffi Ahmad sendiri," kata Wiku saat diskusi bersama media asing, Kamis (14/1). 

Baca Juga

Pemerintah pun belajar dari kejadian ini. Wiku mengaku, pemerintah akan lebih baik lagi menjalin kerja sama dengan pemengaruh dan meningkatkan strategi komunikasi yang dipakai. Menurutnya, kerja sama dengan selebriti serta influencer adalah cara pemerintah untuk memberi edukasi kepada masyarakat. 

"Ke depan saat lebih banyak orang divaksin termasuk influencer, kita perlu bekerja sama terkait strategi komunikasi. Sehingga bisa lebih hati-hati dan dimengerti oleh pengikut mereka. Ini keputusan penting dari pemerintah demi kebaikan banyak orang," kata Wiku. 

Diberitakan sebelumnya, Raffi Ahmad terpilih menjadi salah satu penerima pertama vaksin Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (13/1). Namun, usai divaksinasi, Raffi Ahmad kedapatan sedang berkumpul bersama teman-temannya di sebuah tempat tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Hal ini mendapat respons negatif dari masyarakat dan kalangan artis lainnya. Raffi Ahmad dinilai mengabaikan protokol kesehatan meski sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Menanggapi sosoknya banyak diperbincangkan, Raffi Ahmad pun menggunggah pernyataan klarifikasi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Jokowi dan masyarakat atas sikapnya yang dianggap abai terhadap protokol kesehatan. 

Raffi Ahmad mengaku, tempat yang ia kunjungi bersama istrinya, Nagita Slavina, bukanlah tempat umum. Tempat tersebut merupakan rumah salah satu ayah dari temannya.

Sebelum memasuki tempat tersebut, ia mengaku, menjalani protokol kesehatan. Namun, ketika berada did alam rumah, Raffi Ahmad membuka masker saat hendak makan. Pada saat itu ada yang mengajaknya berfoto bersama.

"Saya tidak ingin mengecewakan banyak pihak, apalagi kemarin saya alhamdulillah sekali, saya mendapatkan kesempatan untuk divaksin yang pertama. Karena itu permintaan maaf saya untuk seluruh masyarakat Indnesia, untuk Pak Presiden, untuk semuanya yang kemarin sudah memercayai saya, saya minta maaf," ujar Raffi Ahmad.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA