Kamis 14 Jan 2021 18:19 WIB

Masyarakat Sumbar Diminta Tak Sebar Hoaks tentang Vaksin

Vaksinasi diharapkan bisa mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Friska Yolandha
Vaksinator menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak masyarakat agar mendukung upaya pemerintah mengatasi pandemi covid-19 dengan menyuntikkan vaksin. Irwan meminta masyarakat yang apatis terhadap upaya vaksinasi ini agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Vaksinator menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak masyarakat agar mendukung upaya pemerintah mengatasi pandemi covid-19 dengan menyuntikkan vaksin. Irwan meminta masyarakat yang apatis terhadap upaya vaksinasi ini agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak masyarakat agar mendukung upaya pemerintah mengatasi pandemi covid-19 dengan menyuntikkan vaksin. Irwan meminta masyarakat yang apatis terhadap upaya vaksinasi ini agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Saya minta tak ada pihak yang menyebarkan informasi soal adanya orang yang pingsan setelah divaksinasi. Bantu sosialisasikan berita yang benar tentang vaksin. Stop hoaks tentang vaksin," kata Irwan di Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (14/1).

Baca Juga

Irwan menjelaskan vaksin Sinovac yang sudah disuntikkan kepada sejumlah pejabat negara dari pemerintah pusat sampai pejabat daerah sudah terbukti aman. Vaksin buata Cina ini menurut Irwan juga sudah mendapat izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Gubernur Sumbar menambahkan vaksinasi bukanlah hal baru bagi masyarakat. Sebelumnya sejak usia dini, anak-anak Indonesia sudah disuntik vaksin ketika imuninasi. Irwan berharap dengan pelaksanaan vaksinasi ini, pandemi covid-19 segera terselesaikan. Supaya kehidupan masyarakat kembali normal dan perekonomian kembali bangkit.

"Sehingga walaupun nanti covid-19 ini tetap ada, tapi dengan imunisasi ini tidak jadi pandemi lagi," ucap Irwan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement