Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Perlunya Bank Syariah Indonesia Antisipasi Jebakan 5 Persen

Kamis 14 Jan 2021 17:26 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Bank Syariah Indonesia

Bank Syariah Indonesia

Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Bank Syariah Indonesia harus jadi bank pilihan yang rasional dan inklusif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggabungan bank syariah berpotensi membawa pengaruh signifikan pada perkembangan industri seperti historisnya. Praktisi Bank Syariah Senior, Rizkullah Thohuri mengatakan bahwa merger yang terjadi sebelumnya cukup menjadi acuan.

"Sehingga ada cukup banyak implikasi merger bagi pengembangan ekonomi syariah," katanya dalam Webinar Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia dengan tema Implikasi Merger Bank Syariah Indonesia Bagi Perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia, Kamis (14/1).

Merger ini hal yang biasa dalam dunia perbankan. Misalkan Bank Mandiri hasil merger bank BBD, BDN, BEII dan Bapindo. Bank Danamon dari Bank Tiara, Rama, Tamara, Nusa, Pos, Jayabank, Risjad Salim dan Bank Permata dari Bank Bali, Universal, Prima Express, Artamedia dan Patriot.

Rencana merger diperlukan untuk menciptakan peluang bertumbuh, memperluas wilayah pasar, memperbanyak variasi produk, menyelamatkan industri perbankan, meningkatkan efektifitas pengawasan bank dan meningkatkan skala ekonomi. Begitu juga peluang bagi Bank Syariah Indonesia nantinya.

"BSI akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, memiliki kapasitas lebih besar untuk berkembang, menguasai pasar perbankan syariah, lebih efisien tetapi at the cost of reduced networks and employment," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA