Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Lebanon Berlakukan Penutupan Nasional

Kamis 14 Jan 2021 17:30 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Bendera Lebanon

Bendera Lebanon

Foto: bestourism,com
Penerapan penutupan nasional diambil saat kasus baru Covid-19 terus melonjak

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Lebanon mulai memberlakukan penutupan nasional selama 11 hari pada Kamis (14/1). Negara tersebut juga akan menerapkan jam malam dalam rangka menekan penyebaran Covid-19.

Keputusan penerapan penutupan nasional diambil saat kasus baru Covid-19 di sana terus melonjak. Banyak rumah sakit yang telah mencapai kapasitas maksimum untuk menampung pasien virus corona.

Di bawah peraturan penutupan nasional, warga Lebanon untuk pertama kalinya diminta mengajukan izin satu jam agar diperkenankan meninggalkan rumah untuk "keadaan darurat". Hal itu termasuk jika mereka hendak pergi ke toko roti, apotek, dokter, rumah sakit, atau bandara.

Pada Kamis, personel polisi telah menjaga pos pemeriksaan di seluruh wilayah Lebanon. Mereka memeriksa izin pengendara untuk berada di jalan. Untuk pertama kalinya, Lebanon juga memerintahkan supermarket untuk tutup dan hanya melayani pengiriman.

Lebanon sebenarnya baru saja mengumumkan karantina nasional pekan lalu. Namun banyak pejabat, termasuk menteri kesehatan, menganggap tindakan itu terlalu lunak sebab banyak sektor yang masih dikecualikan. Di beberapa daerah di sana, bisnis tetap berjalan seperti biasa.

Saat ini Lebanon memang sedang menghadapi krisis keuangan dan ekonomi yang cukup parah serta belum pernah terjadi sebelumnya. Nilai mata uang nasional negara tersebut merosot tajam dan mengguncang sektor perbankan.

Rumah sakit di Lebanon, yang telah lama dianggap sebagai terbaik di Timur Tengah, berjuang untuk membayar para stafnya dan biaya operasional. Pandemi membuat kondisi semakin pelik dan sulit.

Berdasarkan data John Hopkins University, sejauh ini Lebanon telah mencatatkan lebih dari 231 ribu kasus Covid-19. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di negara tersebut mencapai 1.740 jiwa.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA