Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Filipina Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer-Biontech

Kamis 14 Jan 2021 16:56 WIB

Red: Friska Yolandha

Suasana Manila di tengah pandemi Covid-19.

Suasana Manila di tengah pandemi Covid-19.

Foto: Anadolu Agancy
Vaksin Pfizer-Biontech menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Pfizer-Biontech. Ini merupakan pertama yang direstui di negara itu.

Kepala FDA Rolando Enrique Domingo mengatakan vaksin Pfizer-Biontech, yang menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen, ampuh mencegah Covid-19. Terlebih, virus ini telah menjangkiti hampir setengah sejuta orang di Filipina.

"Manfaat penggunaan vaksin melebihi risiko yang diketahui dan potensi risiko, tidak ada kekhawatiran keamanan spesifik yang teridentifikasi," katanya saat konferensi pers.

Filipina dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami kesulitan untuk meyakinkan masyarakat soal penggunaan vaksin. Jajak pendapat pekan lalu menunjukkan kurang dari sepertiga penduduk bersedia divaksin Covid-19 karena merasa khawatir akan keamanannya.

Filipina akan menerima gelombang pertama vaksin Pfizer-Biontech pada kuartal pertama tahun ini melalui program COVAX. Selain kesepakatan itu, pemerintah juga sedang bernegosiasi langsung dengan produsen vaksin.

Domingo menuturkan bahwa Sinovac Biotech China pada Rabu (13/1) mengajukan izin penggunaan darurat vaksin. Pengajuan itu menyusul data uji klinis tahap akhir di Brazil yang menunjukkan keampuhan vaksin tersebut hanya 50,4 persen. Filipina mengamankan 25 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac, dengan 50.000 dosis pertama akan tiba pada Februari.

Presiden Rodrigo Duterte membela pembelian CoronaVac oleh pemerintah. Ia mengatakan pada Rabu malam bahwa vaksin tersebut sama bagusnya dengan yang dikembangkan oleh Amerika dan Eropa.

Carlito Galvez, yang menangani pengadaan vaksin pemerintah, mengatakan telah mengesahkan kontrak pasokan vaksin dengan Novavax, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, serta Institut Gamaleya Rusia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB