Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Petani Diimbau Terapkan Metode Pemupukan Berimbang

Kamis 14 Jan 2021 16:34 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha

Petani memberikan pupuk tanaman padi, di Desa Dasok, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (9/1). Petrokimia Gresik mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang.

Petani memberikan pupuk tanaman padi, di Desa Dasok, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (9/1). Petrokimia Gresik mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang.

Foto: Antara/Saiful Bahri
Formula yang direkomendasikan 500 kg petrogenik, 300 kg NPK dan 200 kg urea per ha.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Petrokimia Gresik mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, selain bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian, pemupukan berimbang juga akan mengefisienkan penggunaan pupuk bersubsidi.

Pemupukan berimbang yang direkomendasi Petrokimia Gresik untuk tanaman padi adalah menggunakan formula 5:3:2. Rinciannya 500 kilogram Petroganik, 300 kilogram NPK Phonska, dan 200 kilogram Urea untuk 1 (satu) hektare lahan sawah.

"Menurut data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah," kata Dwi melalui siaran tertulisnya, Kamis (14/1).

Dwi mengatakan, rekomendasi ini adalah upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan, meningkatkan produktivitas tanaman, sekaligus memperbaiki kondisi tanah. Dimana dalam rekomendasi pemupukan berimbang, digunakan juga pupuk organik Petroganik.

Dwi mengungkapkan, berdasarkan sejumlah penelitian dan kondisi di lapangan, masih banyak petani menggunakan pupuk Urea secara berlebihan atau tidak sesuai rekomendasi. Yaitu lebih dari 400 kilogram per hektar sawah. Karena rerata petani menganggap semakin banyak penggunaan pupuk Urea, tanaman akan semakin bagus.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA