Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Besok, 21 Tokoh dan Pejabat Publik di Jakarta Divaksin

Kamis 14 Jan 2021 16:34 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi pelayanan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tingkat Kota Bandung di Puskesmas Balai Kota Bandung, Babakan Ciamis, Kota Bandung.

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi pelayanan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tingkat Kota Bandung di Puskesmas Balai Kota Bandung, Babakan Ciamis, Kota Bandung.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pencanangan vaksinasi dilaksanakan di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, rencananya pelaksanaan pencanangan vaksinasi di Ibu Kota dilaksanakan di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1) pagi. Dia menyebut, dalam kegiatan itu, nantinya sebanyak 21 orang yang terdiri dari pejabat dan tokoh publik akan disuntik vaksin Covid-19.

"Besok, 21 role model akan diberikan vaksin. Jadi di sini ada dari pejabat provinsi karena pak gubernur dan pak wagub penyintas (Covid-19), sehingga tidak bisa dilakukan penyuntikkan sesuai dari arahan Kemenkes," kata Widyastuti dalam diskusi virtual melalui aplikasi Zoom, Kamis (14/1).

Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci nama-nama tokoh maupun pejabat publik yang akan menerima vaksin Covid-19. Widyastuti hanya menuturkan, 21 orang itu merupakan pejabat publik tingkat provinsi, kelompok organisasi profesi tenaga kesehatan, hingga dari pihak para pemuka agama.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum dilakukan vaksinasi, para pejabat serta tokoh tersebut akan melalui proses penapisan atau identifikasi dugaan penyakit. Hal ini untuk memastikan bahwa calon penerima dapat disuntik vaksin.

"Apakah memang bisa disuntik atau tidak, jika ada riwayat hipertensi selama tekanan darahnya terkontrol tentunya bisa mendapat vaksinasi begitu juga diabetes melitus terkontrol bisa diberikan," jelas dia.

Selain itu, Widyastuti menambahkan, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta pun sudah mulai menerima vaksin Covid-19 hari ini, Kamis (14/1). Dia mengungkapkan, pelaksanaan vaksin itu dilakukan di beberapa rumah sakit (RS) maupun puskesmas.

"Contoh hari ini, tadi sebagian puskesmas sudah mulai (lakukan vaksinasi), RSCM sudah mulai, RSUD Cengkareng sudah mulai, silakan. Kita berikan kebebasan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Widyastuti mengatakan, vaksinasi Covid-19 itu dilakukan terhadap para tenaga kesehatan yang telah melakukan registrasi ulang.

"Kami mengikuti aturan yang ada, nakes yang mendapatkan kesempatan untuk di vaksin mendapatkan sms plus pemberitahuan. Kemudian teman-teman nakes akan melakukan registrasi ulang  melalui aplikasi peduli," paparnya.

Untuk diketahui, sebanyak 488 fasilitas kesehatan (faskes) telah siap untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Jumlah itu terdiri dari rumah sakit, puskesmas dan klinik yang tersebar di enam kota/kabupaten Jakarta.

Adapun persyaratan bagi faskes untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 adalah memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19, memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin Covid-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kemudian, memiliki izin operasional Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau penetapan oleh menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, sambung Widyastuti, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga vaksinator sebanyak 1.500 orang untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut dengan sasaran 19.741 penerima vaksin per hari. Pemerintah juga telah memberikan pelatihan bagi vaksinator Covid-19 dengan total peserta sebanyak 2.325 orang.

Di sisi lain, para penyintas atau orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 tidak menjadi prioritas dalam tahap awal vaksinasi virus corona di Jakarta. Sebab, secara alami antibodi akan terbentuk dalam tubuh seorang penyintas.

"Sebenarnya seorang penyintas begitu sudah pernah terinfeksi secara alami di dalam tubuh terbentuk antibodi sehingga penyintas tidak menjadi prioritas," ucap Widyastuti.

Flori sidebang

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA