Kamis 14 Jan 2021 15:15 WIB

AS Tawarkan Bantuan Tangani Kasus Sriwijaya Air

Menhan AS menawarkan bantuan saat bicara dengan Prabowo Subianto.

Prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL membawa puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 yang mengalami kecelakaan ke atas KRI Rigel-933 saat lego jangkar di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Petugas SAR gabungan pada hari kelima terus melakukan pencarian dari puing dan korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021).
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL membawa puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 yang mengalami kecelakaan ke atas KRI Rigel-933 saat lego jangkar di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Petugas SAR gabungan pada hari kelima terus melakukan pencarian dari puing dan korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Amerika Serikat, melalui Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Christopher C Miller, menyampaikan ucapan belasungkawa atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sabtu (9/1) lalu. AS menawarkan bantuan yang diperlukan oleh Indonesia dalam menangani kecelakaan tersebut.

Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Amerika Serikat yang diterima di Jakarta, Kamis, dikatakan bahwa Miller telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan ucapan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat itu. “Menhan Miller menawarkan dukungan apa pun yang mungkin diperlukan oleh Indonesia,” demikian isi keterangan tertulis Kedubes AS.

Baca Juga

Selain itu, Miller juga menyatakan keyakinannya atas kemampuan Pemerintah Indonesia dalam menangani peristiwa tersebut. “Kedua pemimpin menyampaikan simpati kepada para korban kecelakaan dan keluarga mereka,” kata Kedubes AS.

Sebelumnya, Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat pada Selasa (12/1) mengatakan akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang guna menyelidiki jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ke Laut Jawa yang membawa 62 orang di dalamnya.

Menurut laporan Reuters, NTSB akan mengirimkan perwakilan terakreditasi AS dan tiga penyidik lainnya ke Jakarta. Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai penerbangan Srwijaya Air itu jatuh ke laut pada Sabtu (9/1), empat menit setelah berangkat dari bandar udara Soekarno-Hatta.

NTSB memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat, kata badan keselamatan transportasi AS itu. NTSB juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan personel dari Badan Penerbangan Federal AS, General Electric Co, dan Boeing Co.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement