Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

CIA Sediakan Situs Website untuk Kumpulkan Dokumen UFO

Kamis 14 Jan 2021 15:15 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

UFO. Ilustrasi.

UFO. Ilustrasi.

Foto: ufosightingsdaily.com
Masyarakat bisa mengunduh bebas dokumen UFO tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA (Central Intelligence Agency) telah menyediakan situs website secara daring terkait dokumen keberadaan benda asing tak terindentifikasi alias UFO. Masyarakat bisa mengunduh bebas dokumen tersebut. Tempat penyimpanan dokumen secara daring dioperasikan oleh penulis John Greenwald.

Dilansir dari livescience (14/1), dokumen tersebut diperoleh melalui rangkaian panjang Freedom of Information  Permintaan Act (FOIA) diajukan selama seperempat abad terakhir. Pembuangan data besar-besaran mencakup lebih dari 2.700 halaman dokumen terkait UFO yang dibuka oleh CIA sejak 1980. Pemerintah AS juga menyebutnya fenomena udara tak teridentifikasi atau UAP.

Seiring waktu, begitu banyak permintaan menumpuk, sehingga CIA membuat CD-ROM penuh dengan dokumen yang tidak diklasifikasikan yang dikenal sebagai "Koleksi UFO."  Pada pertengahan tahun 2020, Greenwald membeli CD-ROM tersebut dan baru-baru ini dia selesai mengunggah isinya sebagai serangkaian file PDF yang dapat dicari di situsnya.

Dokumen tersebut mencakup lusinan insiden, termasuk akun tahun 1976 dari Asisten Deputi Direktur Sains dan Teknologi pemerintah yang saat itu menyerahkan bagian intelijen misterius pada UFO. Ada juga deskripsi ledakan tengah malam misterius di sebuah kota kecil di Rusia.

"Meskipun CIA mengklaim ini adalah seluruh yang tidak diklasifikasikan koleksi mereka, mungkin tidak ada cara untuk sepenuhnya memverifikasi itu. Penelitian oleh The Black Vault akan terus dilakukan untuk melihat apakah ada  dokumen tambahan masih ditemukan dalam kepemilikan CIA," kata John.

Pembuangan data berbulan-bulan sebelum pejabat dari Departemen Pertahanan AS dan badan intelijen dijadwalkan muncul di hadapan Kongres dan mengungkapkan semua yang mereka ketahui tentang UFO. Ketentuan yang dilampirkan pada RUU bantuan Covid-19 hampir 5.600 halaman yang disahkan pada akhir Desember 2020 mengharuskan badan-badan tersebut, untuk menyerahkan laporan dalam 180 hari ke komite intelijen dan angkatan bersenjata kongres tentang fenomena udara yang tidak teridentifikasi.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA