Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Studi Sebut Penyintas Covid-19 Masih Mungkin Membawa Virus

Kamis 14 Jan 2021 12:40 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Virus corona  (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Penyintas mungkin masih membawa virus di hidung atau tenggorokan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Orang yang pernah mengidap Covid-19 sangat mungkin memiliki kekebalan terhadap itu setidaknya selama lima bulan. Namun, ada bukti bahwa mereka yang memiliki antibodi mungkin masih dapat membawa dan menyebarkan virus.

Temuan itu diperoleh para ilmuan Public Health England (PHE) di Inggris dari penelitian pada petugas kesehatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi ulang pada orang yang memiliki antibodi Covid-19 masih jarang terjadi.

Dari catatan PHE hanya 44 kasus ditemukan di antara 6.614 orang yang sebelumnya terinfeksi dalam penelitian tersebut. Para ahli memperingatkan temuan itu berarti orang yang tertular penyakit pada gelombang pertama pandemi pada bulan-bulan awal 2020 sekarang mungkin rentan untuk tertular lagi.

Para peneliti juga memperingatkan orang dengan apa yang disebut "kekebalan alami" yang diperoleh melalui infeksi mungkin masih dapat membawa virus corona SARS-CoV-2 di hidung dan tenggorokan mereka. Kemudian, tanpa disadari dapat menularkannya ke orang lain.

"Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang, tetapi ini tidak total dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan," kata Susan Hopkins selaku penasihat medis senior PHE dan co-leader studi tersebut dilansir dari Reuters pada Kamis (14/1).

"Ini berarti bahkan jika Anda yakin sudah mengidap penyakit dan terlindungi, Anda dapat diyakinkan sangat kecil kemungkinannya akan mengembangkan infeksi parah. Tetapi masih ada risiko dapat terinfeksi dan menularkannya ke orang lain," lanjut Hopkins.

Sebuah pernyataan dalam studi tersebut mengatakan temuannya tidak membahas antibodi atau tanggapan kekebalan lainnya terhadap vaksin yang sekarang diluncurkan untuk melawan Covid-19, atau tentang seberapa efektif vaksin itu. Tanggapan vaksin akan dipertimbangkan akhir tahun ini.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA