Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Syekh Ali Jaber Wafat, PBNU Ajak Umat Sholat Ghoib

Kamis 14 Jan 2021 11:42 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani

Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
PBNU mengajak semua umat Islam khususnya warga NU untuk melaksanakan sholat Ghoib

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama asal Madinah, Syekh Ali Jaber meninggal dunia, Kamis (14/1). Syekh Ali Jaber meninggal di usia 45 tahun di rumah sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"PBNU menyampaikan Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kita berduka yang mendalam atas wafatnya Syekh Ali Jaber," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini melalui sambungan telepon, Kamis (14/1).

Menurut Helmy, Syekh Ali Jaber merupakan sosok ulama yang sangat istiqomah dalam menjalankan dakwahnya. Syekh Ali Jaber juga sosok yang amat mencintai Alquran dan seorang hafiz Alquran.

"Ia seorang hafiz quran yang baik, tentu kita semuanya, warga bangsa ini sangat kehilangan sosoknya," kata Helmy.

Sebab itu, ujar Helmy, PBNU mengajak semua umat Islam khususnya warga NU untuk melaksanakan sholat Ghoib. Semoga Syekh Ali Jaber ditempatkan bersama orang-orang beriman di sisi Allah SWT

"Mengajak warga NU dan umat Islam untuk bersama-sama menyelenggarakan sholat goib untuk almarhum, mudah-mudahan di tempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," harapnya.

Terakhir, Helmy mengingatkan kepada masyarakat khususnya umat Islam tentang ancaman Covid-19. Ia berharap warga masyarakat dapat menjaga kesehatannya dan berdoa agar Pandemi covid-19 segera berlalu.

"Sekali lagi bahwa ancaman Covid-19 ini memang di depan mata kita, mari kita semuanya terus menjaga kesehatan, dan Covid-19 ini bukan aib dan bisa menimpa siapapun, pada ulama, pada pejabat masyarakat dan siapapun. Kita berdoa supaya kita semua segera terbebas dari pandemi ini," terangnya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA