Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Dubes RI dan Raja Belgia Bahas Deradikalisasi Hingga Sawit

Kamis 14 Jan 2021 08:58 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Dubes RI Andri Hadi (kiri) dan Raja Belgia, Raja Phillipe

Dubes RI Andri Hadi (kiri) dan Raja Belgia, Raja Phillipe

Foto: Dok. Royal Palace Belgium
Indonesia dinilai berpengalaman baik dalam hal deradikalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Duta Besar Indonesia untuk Belgia Andri Hadi dan Raja Philippe membahas sejumlah isu termasuk deradikalisasi, kerja sama ekonomi, dan minyak kelapa sawit. Pembahasan dilakukan saat Andri menyerahkan Surat Kepercayaan kepada raja Belgia tersebut, Rabu (13/1).

Raja Philippe menyampaikan rasa senangnya bahwa Indonesia dan Belgia akan merampungkan kerja sama kontraterorisme. Indonesia dipandang memiliki pengalaman baik khususnya untuk program deradikalisasi. Andri percaya bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat yang besar bagi kedua negara.

Kepada Raja Philippe, Andri juga menjelaskan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia Indonesia merupakan sustainable palm oil yang diregulasi secara ketat. Minyak kelapa sawit Indonesia ini memiliki sertifikasi baik nasional (ISPO) maupun internasional (RSPO). 

“Minyak kelapa sawit merupakan satu-satunya vegetable oil yang memiliki proses sertifikasi. Semua minyak kelapa sawit  Indonesia yang diekspor ke Eropa adalah yang berkelanjutan”, kata Andri dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (14/1). 

Raja Philippe dan Andri juga sepakat tentang perlunya penyelesaian segera negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (l-EU CEPA). Tujuannya adalah agar dapat mengoptimalkan potensi yang besar dari kedua negara.

Hubungan bilateral Indonesia dan Belgia dimulai sejak tahun 1949 dan berjalan baik hingga saat ini. Total perdagangan Belgia dan Indonesia tahun 2019 mencapai 1,7 milyar dolar AS.  Sedangkan untuk Januari-Oktober 2020 perdagangan keduanya mencapai 1,4 milyar dolar AS, dengan surplus untuk Indonesia. 

Komoditas ekspor Indonesia ke Belgia antara lain alas kaki, produk tekstil, furniture, tembakau, kopi, teh, rempah, produk kulit, kayu dan produk kayu. Nilai investasi Belgia di Indonesia selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 610,89 juta dolar AS. Sedikitnya terdapat 870 perusahaan yang melakukan aktivitas bisnis dan perdagangan dengan Indonesia. Perusahaan tersebut antara lain Tribu NV, Ethnicraft, Vincent Sheppard, Socfin, Tereos Fks, SIOEN, dan Lavatextiles. 

Sebagai payung penguatan kerja sama bilateral, Indonesia dan Belgia telah menyepakati untuk membentuk mekanisme konsultasi bilateral yang disebut Bilateral Consultation. Saat ini mekanisme tersebut telah memasuki tahap penandatangan oleh kedua belah pihak.

Andri tiba di Belgia Senin (11/1). Selain bertugas mewakili Indonesia di Belgia, Andri juga menjabat duta besar RI untuk Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa, dan World Custom Organization. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA