Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Hari Keenam, Tim SAR SJ 182 Fokus pada 13 Sektor

Kamis 14 Jan 2021 08:31 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Personel TNI membawa puing-puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak pada hari kelima operasi SAR di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (13/1). Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan hingga Rabu (13/1) pukul 18.50 WIB telah mengumpulkan 141 kantong jenazah dan 59 kantong bagian pesawat. Republika/Thoudy Badai

Personel TNI membawa puing-puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak pada hari kelima operasi SAR di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (13/1). Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan hingga Rabu (13/1) pukul 18.50 WIB telah mengumpulkan 141 kantong jenazah dan 59 kantong bagian pesawat. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Pencarian akan dilakukan di area udara, permukaan dan bawah permukaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Potianak pada hari keenam ini, fokus pada 13 sektor di perairan Kepulauan Seribu. Pantauan di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Kamis (14/1) pagi dari papan informasi menyebutkan area pencarian terdiri atas udara tiga sektor, permukaan enam sektor dan bawah permukaan empat sektor.

Adapun rencana pencarian unit SAR udara (SARrescueunit/SRU) melaksanakan pencarian sesuai area yang sudah ditentukan. Selanjutnya SRU laut melaksanakan pencarian di atas permukaan air menggunakan side scan sonar, MBES, ping location dan robot ROV. Untuk penyelaman dilakukan di sekitar area penemuan jenazah, perekam data penerbangan (FDR) dan serpihan pesawat (debris).

Sementara itu, perkembangan terakhir operasi SAR hari kelima, Rabu (13/1) hingga pukul 18.50 WIB, proses pencarian dihentikan karena terhambat dengan cuaca. Kondisi gelombang saat itu 1-1,5 meter dan kecepatan angin 15-25 knot per detik.

Baca Juga

Adapun hasil hari kelimayakni SRU laut yang melakukan pencarian di permukaan dan penyelaman menemukan di antaranya, jenazah berupa bagian tubuh sebanyak dua kantong, serpihan kecil badan pesawat lima kantong dan potongan besar badan pesawat sebanyak dua kantong.

Jadi, total penemuan sampai dengan pukul 18.50 WIB yakni 141 kantong jenazah berisi bagian tubuh, 31 kantong berisi serpihan pesawat dan 28 potongan besar pesawat. Flight data recorder (FDR) sebanyak satu unit telah ditemukan pada 12 Januari 2021 pukul 14.00 WIB. SRU laut dengan pencarian di bawah permukaan air menggunakan Side Scan Sonar, Multlbeam Echo Sounder (MBES), ping locator dan ROV.

Jumlah personel Tim SAR gabungan sebanyak 4.132 orang, terdiri atas Basarnas 795 orang dan potensi SAR 3.337 orang.

Operasi SARmelibatkan kapal 54 unit, perahu karet berkemudi (rigidinflatableboat/RIB) 18 unit, pesawat udara 13 unit, ambulans sebanyak 30 unit disiagakan. Untuk temuan jenazah, serpihan dan bagian pesawat diserahkan ke DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses lebih lanjut.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11 ribu kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA