Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

WHO Sebut Predikat Tahun Kedua Covid-19 Lebih Sulit

Kamis 14 Jan 2021 07:21 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Andi Nur Aminah

Pakar senior Program Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengingatkan Eropa untuk mengambil tindakan tegas dalam menghentikan transmisi Covid-19.

Pakar senior Program Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengingatkan Eropa untuk mengambil tindakan tegas dalam menghentikan transmisi Covid-19.

Foto: EPA
Setelah liburan, di beberapa negara situasinya akan menjadi jauh lebih buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tahun kedua pandemi Covid-19 mungkin lebih sulit daripada yang pertama, Rabu (13/1). Penilaian ini muncul saat virus corona baru menyebar, terutama di belahan bumi utara ketika varian yang lebih mudah menular beredar.

“Kami akan memasuki tahun kedua ini, bahkan bisa lebih sulit mengingat dinamika transmisi dan beberapa masalah yang kami lihat,” kata pejabat tinggi darurat WHO, Mike Ryan, dalam sebuah acara di media sosial.

WHO dalam pembaruan epidemiologi terbaru yang dikeluarkan mengatakan, setelah dua minggu, lebih sedikit kasus yang dilaporkan. Sekitar lima juta kasus baru dilaporkan minggu lalu, kemungkinan akibat dari melemahnya pertahanan selama musim liburan ketika orang dan virus datang bersama.

Baca Juga

Jumlah kematian di seluruh dunia mendekati dua juta orang sejak pandemi dimulai, dengan 91,5 juta orang terinfeksi. “Pastinya, di belahan bumi utara, khususnya di Eropa dan Amerika Utara, kami telah melihat badai musim yang sempurna seperti itu, musim dingin, orang-orang masuk ke dalam, pertemuan-pertemuan sosial yang meningkat dan kombinasi faktor-faktor lain, telah mendorong peningkatan penularan," kata Ryan.

"Setelah liburan, di beberapa negara situasinya akan menjadi jauh lebih buruk," ujar Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove.

Negara Eropa telah mencoba menerapkan peraturan lebih ketat untuk pencegahan penyebaran virus. Namun, varian virus yang mudah menyebar yang pertama kali ditemukan di Inggris terus meluas ke banyak negara. “Saya khawatir kami akan tetap berada dalam pola puncak dan palung, dan kami dapat melakukannya dengan lebih baik,” kata Van Kerkhove.

Van Kerkhove menyerukan untuk terus menerapkan menjaga jarak fisik. "Semakin jauh, semakin baik. Tapi, pastikan Anda menjaga jarak itu dari orang-orang di luar rumah tangga dekat Anda," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA