Rabu 13 Jan 2021 21:50 WIB

Klub China Dilarang Gunakan Nama Sponsor, Ini Alasannya

tidak ada manfaatnya dalam menumbuhkan budaya sepak bola di China

Liga Super China (CSL)
Liga Super China (CSL)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Asosiasi Sepak Bola China (CFA) mewajibkan klub peserta liga dari berbagai tingkatan tidak lagi menyertakan nama sponsor di belakangnya.

"Sebelumnya, pemilik klub di liga kami cepat berganti sehingga nama klub pun juga berubah. Padahal ini tidak ada manfaatnya dalam menumbuhkan budaya sepak bola di China," kata Ketua Umum CFA Chen Xuyuan dikutip media nasional setempat, Rabu (13/1).

Ia menyebutkan ada lima klub yang sudah mengajukan perubahan nama. Sekitar 80 persen di antaranya sudah mendapatkan persetujuan dari CFA.

Kontestan Liga Super China (CSL) Shandong Luneng, Rabu, telah mengumumkan perubahan nama menjadi Shandong Taishan. Perubahan nama itu juga telah disetujui CFA.

Rivalnya, Shanghai SIPG juga telah mengajukan nama barunya menjadi Shanghai Haigang. Haigang dalam bahasa Mandarin adalah pelabuhan sesuai nama awal berdirinya klub tersebut.

Sebelumnya, Guangzhou Evergrande juga telah berubah menjadi Guangzhou FC, sedangkan rival sekotanya, Guangzhou R&F akan berganti nama menjadi Guangzhou City.

Meskipun demikian, ada beberapa klub dan penggemarnya yang ingin mempertahankan nama yang sudah telanjur familiar.

Beijing Guoan dan Henan Jinye telah mengajukan permintaan penundaan perubahan nama. Klub kebanggaan masyarakat Ibu Kota itu masih ingin mempertahankan "embel-embel" Guoan, sedangkan Luoyang Longmen nama baru Henan Jinye telah diprotes oleh banyak penggemarnya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement