Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Napoli Beri Alasan Permintaan Penundaan Laga Vs Juventus

Rabu 13 Jan 2021 20:14 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Muhammad Akbar

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis

De Laurentiis meminta pertandingan ditunda ke akhir musim

REPUBLIKA.CO.ID, NAPLES -- Presiden Klub Napoli, Aurelio De Laurentiis memberi penjelasan tentang alasan pihaknya meminta pertandingan final Supercoppa Italiana kontra Juventus, Kamis (21/1) dini hari WIB ditunda.

Pernyataan yang ia berikan merupakan tanggapan dari pemberitaan di Italia yang menyebut permintaan penundaan laga adalah permintaan De Laurentiis.

Dalam sebuah catatan resmi, De Laurentiis beralasan keinginannya agar jadwal berubah adalah untuk memungkinkan pertandingan digelar dengan stadion terbuka untuk penonton.

"Benar bahwa presiden klub, Aurelio De Laurentiis meminta pertandingan ditunda ke akhir musim atau tanggal yang memungkinkan di musim semi untuk beberapa alasan," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip Football Italia, Rabu (13/1).

"Ini bukan sebuah proposal. Tapi jika laga digelar di musim semi, ada harapan bahwa stadion bisa dihadiri oleh supporter," ujarnya.

De Laurentiis juga menyinggung soal potensi uang yang bisa diraup lebih besar jika tanggal pertandingan dipindahkan. Hal itu, katanya, dapat membantu penanganan Covid-19 di Negeri Pisa.

Meski demikian, permintaan De Laurentiis ditolak oleh penyelenggara kompetisi. Alhasil, partai puncak akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Karena keinginan De Laurentiis ditolak, maka mau tak mau klubnya harus mempersiapkan pertandingan sejak saat ini mengingat jadwal kompetisi yang sangat padat.

"SSC Napoli paham bahwa permintaan ini tidak diterima, dan (Napoli) akan tetap hadir di stadion Reggio Emilia untuk menghadapi Juventus," ucap mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA