Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Garda Nasional Dilengkapi Senjata Amankan Pelantikan Biden

Rabu 13 Jan 2021 19:45 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Garda Nasional. Ilustrasi.

Garda Nasional. Ilustrasi.

Foto: Reuters
Pelantikan Biden diwarnai isu akan adanya unjuk rasa oleh massa bersenjata

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -  Sekitar 10 ribu pasukan Garda Nasional Amerika Serikat, yang akan dikerahkan ke Washington D.C. untuk membantu mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden pada 20 Januari, akan dilengkapi dengan senjata api. Demikian kata sejumlah pejabat, Selasa (12/1).

Keputusan itu dibuat oleh Sekretaris Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy, setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) memperingatkan kemungkinan adanya unjuk rasa yang dilakukan oleh massa bersenjata di Washington jelang dan selama pelantikan presiden.

Beberapa pejabat di pemerintah, yang menolak disebut namanya, tidak menyebut berapa banyak pasukan Garda Nasional yang akan diberikan senjata. Namun ia memastikan pasukan Garda Nasional yang akan mengamankan gedung Kongres, Capitol, akan membawa senjata api.

Salah satu pejabat mengatakan Garda Nasional bukan barisan pertahanan terdepan dan mereka akan jadi pasukan yang membantu kepolisian. Setelah adanya kerusuhan di Capitol beberapa hari lalu, pemerintah meyakini mereka perlu diperkuat dengan senjata api untuk pertahanan diri.

Angkatan Darat AS belum menjawab pertanyaan terkait informasi tersebut. Ratusan pendukung Presiden AS Donald Trump pada Rabu pekan lalu menerobos masuk ke Capitol saat Kongres bersiap mengesahkan hasil pemilihan presiden pada 3 November 2020.

Massa sempat bentrok dengan petugas dan anggota kepolisian saat mereka berusaha mengevakuasi anggota Kongres. Setidaknya lima orang tewas akibat kerusuhan di gedungCapitol.

Garda Nasional mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengerahkan 15 ribu pasukannya ke Washington. Wisatawan juga dilarang untuk mengunjungi Monumen Washington sampai 24 Januari.

Kepala Biro Garda Nasional, Jenderal Daniel Hokanson, pada Senin (11/1) mengatakan ia akan mengerahkan 10 ribu anggotanya di Washington sejak Sabtu (16/1) untuk membantu keamanan, logistik, dan komunikasi antarpasukan keamanan.

Otoritas keamanan di AS menambah anggaran pengamanan secara drastis untuk pelantikan presiden setelah adanya kerusuhan di Capitol. Komite pelantikan presiden juga meningkatkan usaha penggalangan dana dalam beberapa hari terakhir.

Mereka karena mereka membutuhkan lebih banyak tenaga pendukung, kontraktor, peralatan, dan pasukan pengamanan pribadi. Walaupun demikian, pengamanan acara pelantikan bukan bagian dari tugas komite pelantikan presiden.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA