Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Ketua MUI Sumbar Minta Pemerintah tak Paksakan Vaksinasi 

Rabu 13 Jan 2021 18:32 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Nashih Nashrullah

Ketua MUI Sumatra Barat, Gusrizal Gazahar, menyatakan vaksinasi bukan satu-satunya cara

Ketua MUI Sumatra Barat, Gusrizal Gazahar, menyatakan vaksinasi bukan satu-satunya cara

Foto: Republika/Febrian Fachri
Ketua MUI Sumbar menyatakan vaksinasi bukan satu-satunya cara

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, Buya Gusrizal Gazahar, meminta pemerintah tidak melakukan pemaksaan vaksinasi kepada masyarakat umum. 

Menurut Gusrizal, vaksinasi merupakan hak kesehatan masyarakat. Agar masyarakat mau menerima program vaksin, ia meminta pemerintah melakukan sosialisasi tanpa harus disertai ancaman penegakkan hukum. 

"Jangan lakukan pemaksaan kepada masyarakat, jangan lakukan pendekatan hukum seperti berbagai ancaman yang sudah bertebaran di media,” kata Buya Gusrizal, di Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (13/1).

Baca Juga

Buya Gusrizal menyebut pemaksaan vaksin covid tidak elok dilakukan karena vaksinasi merupakan hak pribadi masyarakat berkaitan dengan nyawa mereka. 

"Berikan hak masyarakat terhadap diri mereka, kemudian pemerintah jangan melihat vaksinasi sebagai satu-satunya jalan keluar, vaksin ini kan cuman salah satu cara," ucap Buya Gusrizal.  

MUI Sumbar, menurut dia, tidak setuju dengan adanya hukuman bagi masyarakat yang menolak vaksin seperti kena denda hingga hukuman penjara. Karena selain vaksin ada cara lain untuk menjaga diri dari penularan covid-19. 

Seperti disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir penerapan protokol kesehatan sudah mulai mengendor seperti mulai timbulnya keramaian, dan ada masyarakat yang mulai tidak disiplin memakai masker. 

Selama ada alternatif seperti itu, pemerintah menurut Gusrizal, tidak fokus kepada satu solusi saja yaitu penyuntikan vaksin. “Jangan seolah-olah dengan adanya vaksin semua masalah menjadi selesai. Tentu tidak begitu,” kata Gusrizal menambahkan.

BACA JUGA: Bisakah Kita Mengubah Takdir? Ini Penjelasan Gamblang Ustadz Abdul Somad

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA