Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Kementan: Produksi Kedelai Ditarget Capai 500 Ribu Ton

Rabu 13 Jan 2021 14:48 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja merapihkan karung berisi kacang kedelai di sebuah gudang penyimpanan di Jakarta (ilustrasi). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menyiapkan strategi dalam menggenjot produksi kedelai pada tahun ini.

Pekerja merapihkan karung berisi kacang kedelai di sebuah gudang penyimpanan di Jakarta (ilustrasi). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menyiapkan strategi dalam menggenjot produksi kedelai pada tahun ini.

Foto: Republika/Prayogi
Salah satu kunci peningkatan produksi kedelai adalah bibit unggul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menyiapkan strategi dalam menggenjot produksi kedelai pada tahun ini. Ditargetkan produksi kedelai bisa mencapai 500 ribu ton dengan areal penanaman sebanyak 325 ribu hektare.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi, mengatakan, Kementan telah menyiapkan rencanan penyediaan kedelai lokal lewat penanaman langsung untuk periode Januari-Juni 2021.

Tahap pertama, periode Januari-Maret 2021 akan dilakukan penanaman kedelai di lahan seluas 37 ribu ha. "Ini sebagian besar akan disiapkan untuk benih yang cukup untuk penanaman 18 ribu hektare dan ditanam mulai April-Juni," kata Suwandi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR, Rabu (13/1).

Baca Juga

Suwandi mengatakan, persiapan benih itu akan membantu dalam periode penanaman kedelai secara lebih luas pada April hingga Juni 2020. Ditargetkan, total penanaman mencapai 325 ribu hektare. Kategori lahan untuk penanaman kedelai di antaranya lahan kering, lahan tadah hujan, lahan tumpang sari dengan jagung dan tebu, serta di perkebunan kelapa sawit yang baru berusia 4 tahun.

Dengan tingkat produktivitas 1,5 ton per hektare, Suwandi mengklaim luasan tersebut bisa menghasilkan produksi sekitar 500 ribu ton. "Ini bisa masuk 500 ribu ton kedelai sampai September," kata Suwandi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketersediaan anggaran dalam APBN untuk penanaman kedelai hanya bisa mencapai 125 ribu hektare. Adapun tambahan anggaran negara untuk penanaman kedelai masih dimungkinkan lewat langkah realokasi anggaran Kementerian Pertanian.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya agar ada investasi dari swasta untuk ikut melakukan penanaman. Pengusaha maupun petani dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk melakukan penanaman kedelai. "Tahun lalu KUR untuk kedelai sekitar Rp 700 miliar, kita dorong lagi supaya meningkat dan mendukung ini," kata dia.

Sebagai gambaran, rata-rata produksi kedelai nasional saat ini hanya sekitar 400 ribu ton. Kemampuan produksi itu baru sekitar 13 persen dari total kebutuhan kedelai untuk produksi tahu dan tempe sebanyak 3 juta ton per tahun.

Jika produksi bisa naik menjadi 500 ribu ton, setidaknya ada peningkatan sekitar 25 persen. Suwandi menuturkan, perlu adanya peningkatan produktivitas kedelai lokal dari yang saat ini sekitar 1,5 ton per hektare. Ia menuturkan, kunci peningkatan produktivitas adalah dengan menggunakan benih unggul.

"Ini (benih unggul) harus dikejar dan juga harus dikawal karena benih kedelai rawan hama penyakit," kata Suwandi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA