Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Ade Yasin: Ada 16 Bencana di Kabupaten Bogor pada Awal 2021

Rabu 13 Jan 2021 13:29 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
BPBD Kabupaten Bogor mencatat, ada 1.338 bencana sepanjang 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat mencatat ada sebanyak 16 bencana yang didominasi dengan kejadian longsor di wilayahnya sejak awal tahun 2021.

"BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mencatat 16 bencana terjadi di 10 kecamatan sejak awal tahun ini. Sebagian besar adalah bencana longsor," ungkap Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (13/1).

Peristiwa longsor yang cukup besar terjadi di sekitaran Gunung Mas, Kecamatan Cisarua yang sempat menutup Jalur Puncak pada Ahad (10/1) malam WIB, dan di Cipeundeuy, Kecamatan Pamijahan pada Senin (11/1).

Ade berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari beraktivitas di tempat-tempat yang rawan terjadi bencana. "Cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem, khususnya di Bogor. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat beberapa titik rawan bencana harus diwaspadai," kata Ade.

Di samping itu, ia mengaku telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bogor sejak akhir tahun 2020 agar siaga menghadapi musim hujan yang diperkirakan oleh BMKG masin terus berangsur hingga awal Februari 2021.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan menyebutkan, pihaknya mencatat sebanyak ribuan kejadian bencana selama tahun 2020. "Kami mencatat sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2020 kemarin adalah 1.338 (bencana)," ujarnya.

Yani memaparkan, tanah longsor merupakan kejadian yang paling banyak terjadi di Kabupaten Bogor yakni sebanyak 427 kejadian. Sedangkan urutan kedua terbanyak, yaitu bencana angin kencang 376 kejadian. Kemudian, bencana banjir 175 kejadian, kebakaran 41 kejadian, kekeringan 98 kejadian, pergeseran tanah 51 kejadian, gempa bumi 18 kejadian, dan lain-lainnya 152 kejadian.

"Bencana lain-lainnya meliputi rumah ambruk, korban tenggelam, pohon tumbang, tersambar petir, jembatan rusak, dan orang tersesat," ujar Yani.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA