Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Ole Puji Pemain MU yang Bisa Tahan Amarah

Rabu 13 Jan 2021 13:03 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Ashley Barnes dari Burnley, (kiri) menghentikan Harry Maguire dari Manchester United, kanan, selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Burnley dan Manchester United di Burnley, Inggris, Selasa, 12 Januari 2021. Manchester memenangkan pertandingan 1-0.

Ashley Barnes dari Burnley, (kiri) menghentikan Harry Maguire dari Manchester United, kanan, selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Burnley dan Manchester United di Burnley, Inggris, Selasa, 12 Januari 2021. Manchester memenangkan pertandingan 1-0.

Foto: AP / Jon Super
Gol Maguire yang dianulir memantik tanda tanya tim.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Ole Gunnar Solskjaer mengakui pemain Manchester United sempat tampil emosi, saat melawan Burnley, Rabu (13/1) dini hari. Pada laga di kandang Burnley tersebut, MU menang tipis dengan skor 1-0.

Emosi pemain MU mulai tersulut saat Harry Maguire mencetak gol pada babak pertama. Namun gol tersebut dianulir wasit karena dianggap melakukan pelanggaran.

Menurut Solskjaer, gol Maguire tersebut bersih dan tak layak dianulir. ''Anda harus tenang, dan tidak menjadi emosional karena Anda bisa berargumen dalam setiap keputusan,'' ucap Solskjaer, dikutip dari laman resmi MU, Rabu (13/1).

Solskjaer menyatakan pentingnya MU unggul di babak pertama untuk bisa menguasai pertandingan di babak kedua. Namun, dengan dianulirnya gol Maguire, emosi pemainnya mulai meningkat karena tak sepakat dengan beberapa keputusan wasit di lapangan. Sehingga, Ole mencoba membuat pemainnya untuk tetap tenang dan fokus pada sesuatu yang bisa dikontrol.

''Dan kami berhasil melakukan itu. Kami tahu bahwa kami tidak akan mendapatkan apapun secara gratis, kami harus mendapatkannya dan kami bisa,'' ungkap Ole.

Tekanan besar kepada pemain MU memang dimaklumi, karena tiga poin akan membuat Iblis Merah memuncaki klasemen Liga Primer Inggris di bulan Januari. Sesuatu yang belum pernah dirasakan sejak Sir Alex Ferguson membawa MU juara liga pada 2013.

Saat ini, MU kokoh di puncak klasemen dengam 36 angka dari 17 laga. Iblis Merah unggul tiga angka dari Liverpool di peringkat kedua dengan jumlah poin sama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA