Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Warga Depok Terima Bansos Rp 300 Ribu dari Kemensos

Rabu 13 Jan 2021 11:56 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Fuji Pratiwi

Petugas PT Pos memeriksa data diri warga saat penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai (ilustrasi). Warga Kota Depok, Jawa Barat mulai mendapatkan bansos tunai dari Kementerian Sosial.

Petugas PT Pos memeriksa data diri warga saat penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai (ilustrasi). Warga Kota Depok, Jawa Barat mulai mendapatkan bansos tunai dari Kementerian Sosial.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Data penerima merupakan hasil verifikasi Ditjen PFM Kemensos.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sebanyak 148.484 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Depok, Jawa Barat akan menerima bantuan sosial (bansos) tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak empat kali senilai Rp 300 ribu. Penyaluran bansos dimulai dari Januari hingga April 2021 melalui PT Pos Indonesia.

"Jumlah penerima bansos di Kota Depok sebanyak 148.484 KPM," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Usman Haliyana di Balai Kota Depok, Rabu (13/1).

Menurut Usman, data 148.484 KPM merupakan hasil verifikasi Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) Kemensos. Dinsos Kota Depok hanya melakukan pengolahan data serta pemantauan dan evaluasi.

Baca Juga

Sebelumnya, lanjut Usman, pihak Dinsos Kota Depok telah mengajukan data sebanyak 199.674 KPM berasal dari Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) dan non DTKS. Kemudian, data yang valid berjumlah 173.094 KPM. Lalu, untuk data yang salah sebanyak 26.580 KPM.

"Data tidak valid dan salah itu sudah kami kembalikan ke kelurahan agar diperbaiki. Jadi penerima bansos tunai DTKS dan Non DTKS sebanyak 148.484 KPM," kata Usman.

Ia melanjutkan, kini sebanyak 24.610 KPM dari data yang tidak valid juga sedang dalam proses pemadanan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

Bagi data yang tidak valid maupun salah biasanya disebabkan oleh kesalahan penulisan dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kendati begitu, sampai besok (13/01), Kemensos masih menerima perbaikan data.

"Nantinya perbaikan data itu akan masuk kepada penyaluran bansos tunai kedua di Februari 2021," kata dia.

Perlu diingat, lanjut Usman, bansos tunai bagi KPM yang diperbaiki datanya akan mendapatkan sesuai dengan gelombangnya atau tidak akan mendapatkan bansos tunai susulan di Januari.

Ia menambahkan, untuk pengambilan bansos tunai nantinya KPM akan dihubungi oleh PT Pos melalui kelurahan maupun RT-RW setempat. Adapun persyaratannya yakni menunjukkan KTP elektronik, mematuhi protokol kesehatan. Pengambilan tidak bisa diwakilkan. 

Pemkot Depok berharap semoga bansos tunai dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. "Saya tegaskan juga KPM harus menjaga protokol kesehatan dalam pengambilan bansos tunai. Mudah-mudahan tepat sasaran," harap Usman.

Salah satu warga penerima bansos tunai asal kelurahan Kelurahan Baktijaya, Tere (40 tahun) mengaku, sudah menerima bansos uang Rp 300 ribu tanpa potongan yang diserahkan langsung PT Pos. "Uang ini cukup membantu di masa pandemi Covid-19," ucap Tere.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA