Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Vaksinasi Perdana, MUI: Ini Ikhtiar Tekan Penularan Covid-19

Rabu 13 Jan 2021 11:26 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Fuji Pratiwi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan. MUI menyampaikan, vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus penyebaran Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan. MUI menyampaikan, vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus penyebaran Covid-19.

Foto: MUI
Vaksinasi hendaknya diiringi ikhtiar lain dengan menjalankan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program vaksinasi Covid-19 segera dimulai hari ini. Sebagai langkah awal, penyuntikan vaksin perdana akan dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pejabat serta perwakilan unsur masyarakat. 

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan, yang juga tokoh Muhammadiyah, menjadi salah satu penerima vaksin perdana bersama Presiden Jokowi. 

Amirsyah menyampaikan, langkah vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19 dan bertahap menghilangkan pandemi. Selain vaksinasi, bentuk ikhtiar lain yang perlu tetap dijalankan adalah penegakan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Baca Juga

"Vaksinasi ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan tubuh bersama. Ini hendaknya bisa kita lakukan minimal 70 persen dari masyarakat Indonesia," kata Amirsyah di Istana Merdeka, Rabu (13/1). 

Ia juga menekankan, MUI sendiri telah menyampaikan vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada masyarakat terbukti halal dan thayyib. Hal ini tertuang dalam Fatwa MUI nomor 2 tahun 2021. Thayyib, ujar Amirsyah, artinya efektif, aman, sehingga bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan bangsa. 

"Sekali lagi berdoa, berikhtiar, dan tawakkal kepada Allah semoga kita bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19," katanya. 

Vaksinasi perdana dilakukan pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB di Istana Kepresidenan Jakarta. Mekanisme vaksinasi sendiri dilakukan dalam empat tahap, yakni pertama klarifikasi data penerima. Kedua, penerima vaksin menjalani pengecekan tekanan darah dan klarifikasi kesehatan. Ketiga, penyuntikan vaksin dilakukan oleh tim dokter kepresidenan. Keempat, penerima vaksin mendapat kartu tanda suntik. 

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengungkapkan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Presiden Jokowi menjelang vaksinasi. Namun tim kedokteran kepresidenan sebagai pihak yang akan menyuntikkan sempat menyarankan agar seluruh pihak yang akan divaksin tidur cukup dan sarapan terlebih dulu. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA