Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Presiden Brasil Ungkap Penyebab Tutup Tiga Pabriknya

Rabu 13 Jan 2021 08:37 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

 Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Foto: AP/Eraldo Peres
Berakhirnya subsidi miliaran dolar dari pemerintah Brasil jadi penyebab tutupnya Ford

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Jair Bolsonaro menilai, berakhirnya subsidi bernilai miliaran dolar dari pemerintah menjadi penyebab utama Ford Motor menutup tiga pabriknya di Brasil pada tahun ini. Bolsonaro mengkritik keputusan pemerintah sebelumnya untuk mensubsidi industri dari uang pembayar pajak.

"Apa yang diinginkan Ford? Ford belum mengatakan sebenarnya, kan? Mereka menginginkan subsidi," katanya saat berbicara dengan para pendukung yang direkam dalam video dan dipublikasikan di media sosial.

Seperti dilansir di Reuters, Selasa (12/1), Bolsonaro mengkritik keputusan pemerintah sebelumnya untuk mensubsidi industri dari uang pembayar pajak. Di sisi lain, ia menyesali hilangnya 5.000 pekerjaan di negara tersebut.

Baca Juga

Ford tidak segera membalas permintaan komentar atas pernyataan Bolsonaro.

Pada Senin (11/1), Ford menyampaikan rencananya untuk menutup pabrik di Brasil tahun ini, dengan dua di antaranya akan dilakukan segera. Langkah ini diperkirakan menghabiskan biaya 4,1 miliar dolar AS.

Rencana penutupan pabrik di Brasil dikarenakan pandemi Covid-19 telah meningkatkan kapasitas produksi perusahaan yang tidak dimanfaatkan (idle capacity). Sementara itu, pejabat Ford mengatakan, tindakan tersebut adalah bagian dari restrukturisasi global senilai 11 miliar dolar AS yang sudah diproyeksikan sebelumnya oleh perusahaan.

Perusahaan mengakui, keputusan ini tidaklah mudah diambil mengingat operasional yang sudah berjalan lebih dari satu abad di Amerika Selatan dan Brasil. Tapi, CEO Ford Jim Farley menekankan, langkah tersebut harus dilakukan untuk menciptakan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami beralih ke model bisnis yang ramping dan ringan dengan menghentikan produksi di Brasil dan melayani pelanggan dengan beberapa kendaraan terbaik serta paling menarik dalam portofolio global kami," tutur Farley.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA