Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Kemenag Salurkan Bantuan Dana Wakaf Produktif

Rabu 13 Jan 2021 06:45 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi Wakaf

Ilustrasi Wakaf

Foto: Foto : MgRol112
Kemenag salurkan bantuan dana wakaf produktif sekaligus peresmian lokasi Hutan Wakaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan dana wakaf produktif sekaligus peresmian lokasi Hutan Wakaf III di wilayah Desa Cibunian, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor, Sabtu (9/1).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor, menyatakan penyaluran dana bantuan ini merupakan bentuk dukungan Kemenag terhadap pemberdayaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan dhuafa berbasis hutan wakaf. Ia lantas mengapresiasi Nazhir, Khalifah Ali, yang telah membuat inovasi hutan wakaf.

"Hutan wakaf ini dikelola secara produktif, sehingga dapat memberikan manfaat, seperti instrumen dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup sekaligus sebagai pencegah banjir dan longsor,” ujar Tarmizi, usai menanam pohon secara simbolis sebagai tanda peresmian Hutan Wakaf III, dalam keterangan yang diterima Republika, Rabu (13/1).

Hutan Wakaf Desa Cibunian disebut memiliki program ekowisata. Salah satunya, pemberdayaan lebah hutan yang dapat menghasilkan madu.

Tarmizi Tohor mengucapkan harapannya, agar masyarakat desa bisa ikut andil dan bekerja sama, sehingga kebermanfaatannya jauh lebih besar. Dengan demikian, hutan wakaf bisa menjadi program inovasi dan brand secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Khalifah Ali selaku nazhir mengungkapkan terima kasih kepada Kemenag atas dukungan yang diberikan. Kemenag membantu mulai dari pengurusan akta ikrar wakaf di hutan tanah wakaf melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan Pamijahan Bogor, hingga pemberian bantuan wakaf produktif.

“Nantinya program pembudidayaan lebah hutan ini dapat menjadi lokasi ekowisata budidaya dikarenakan termasuk jenis lebah tanpa sengat. Sehingga dapat membuka lapangan kerja di sektor informal,” kata Ali, yang juga berprofesi sebagai Dosen  di IPB.

Ia menyebut pembukaan lapangan kerja ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Cibunian. Budidaya yang ia lakukan tidak dapat dilepaskan dari kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman.

"Semakin banyak kegiatan budidaya yang dilakukan, maka semakin luas aktivitas penghijauan di sebuah tempat,” kata Ali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA