Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Wiku Minta Daerah Tingkatkan Pengawasan Prokes

Rabu 13 Jan 2021 06:25 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta pemerintah daerah serius mengendalikan kasus positif Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta pemerintah daerah serius mengendalikan kasus positif Covid-19.

Foto: Satgas Penanganan Covid-19
Pemimpin daerah harus melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta pemerintah daerah serius mengendalikan kasus positif Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Lonjakan kasus positif dalam beberapa hari terakhir yang bahkan mencapai lebih dari 10 ribu kasus harus diwaspadai semua pihak.

Ia pun meminta agar pemimpin daerah melakukan pengawasan dan penegakan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M serta pengawasan terhadap kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Pemerintah daerah harus lebih serius mengawasi masyarakatnya yang tidak taat protokol kesehatan. Ingat berapapun tempat tidur yang tersedia tidak akan cukup apabila masyarakat tidak disiplin terhadap protokol kesehatan,” kata Wiku di Kantor Presiden, Jakarta.

Selain itu, ia juga meminta daerah agar segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat jika fasilitas kesehatan di daerah hampir penuh. Sehingga pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi penanganan pasien.

Ia mengingatkan, terus meningkatnya kasus positif ini akan menyebabkan kapasitas di rumah sakit semakin penuh serta berpotensi menaikan angka kasus kematian. Bahkan, Wiku menyebut sistem kesehatan di Indonesia akan lumpuh sehingga akan merugikan seluruh masyarakat yang membutuhkan perawatan dan layanan kesehatan lainnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA