Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Gus Jazil: Harapan Baru Muncul dari Sertifikat Halal Vaksin

Selasa 12 Jan 2021 17:43 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, keluarnya EUA BPOM dan sebelumnya kepastian halal dari MUI, menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, keluarnya EUA BPOM dan sebelumnya kepastian halal dari MUI, menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Foto: istimewa
Gus Jazil menyebut vaksin kini kantongi izin EUA BPOM dan halal MUI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Bio Farma memastikan, vaksin COVID-19 Sinovac sudah bisa digunakan di Indonesia. Hal itu setelah keluarnya Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, keluarnya EUA BPOM dan sebelumnya kepastian halal dari MUI, menjadi kabar baik bagi masyarakat. "Semoga ini menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat utamanya di masa pandemi ini adanya vaksin. Alhamdulillah MUI, BPOM sudah mengeluarkan izin edar, artinya Vaksin Sinovac ini sudah bisa digunakan," katanya, Selasa (12/1). 

Dikatakan Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid- informasi yang dia terima, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang divaksin pada Rabu (13/1) besok, kemudian dilanjutkan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang rentan tertular. "Kami berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah karena ini sudah ada izin edar segera melaksanakan vaksinasi sesuai dengan skema tahapan," katanya. 

Dirinya berharap vaksin ini Ini betul-betul aman dan sudah dinyatakan aman. Karena itu, Gus Jazil meminta agar masyarakat memberikan dukungan untuk berlangsungnya program vaksinasi ini.

"Pada tahapan atau gilirannya divaksin untuk memenuhi anjuran pemerintah, dan karena vaksin yang diterima baru 3 juta sedangkan masyarakat Indonesia ada 250 jutaan lebih maka masih cukup banyak kebutuhan. Kalau 3 juta hanya cukup untuk tenaga kesehatan maka pada tahun berikutnya masyarakat sesuai dengan skema itulah yang akan menerima vaksin," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA