Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Bank Net Indonesia Syariah Targetkan Saham IPO Terserap

Selasa 12 Jan 2021 16:29 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Bank Net Indonesia Syariah. Bank Net Indonesia Syariah berharap saham hasil IPO dapat terserap seluruhnya.

Bank Net Indonesia Syariah. Bank Net Indonesia Syariah berharap saham hasil IPO dapat terserap seluruhnya.

Foto: https://banknetsyariah.co.id/
Sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk pemeliharaan IT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Net Indonesia Syariah menargetkan seluruh saham yang dilepas ke publik melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dapat seluruhnya terserap.

Direktur Investment Banking Bank Net Indonesia Syariah, Amir S Samirin mengatakan, saat ini bank baru memperoleh pra efektif sehingga baru melakukan penawaran awal. Masa penawaran umum baru bisa dilaksanakan pada saat sudah memperoleh efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Bank merencanakan akhir bulan ini bisa memperoleh efektif dan selanjutnya melakukan penawaran umum. Sebanyak lima miliar saham atau 37,90 persen dari jumlah seluruh modal disetor bank dilepas dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham. 

Baca Juga

"Insya Allah di awal Februari kami dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia, targetnya tentu seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap seluruhnya di market," kata Amir kepada //Republika, Selasa (12/1).

Proses IPO ditujukan untuk mencari pendanaan dari masyarakat, sehingga dengan terjualnya seluruh saham melalui IPO nantinya akan meningkatkan permodalan bank secara langsung. Selain itu, dengan nantinya tercatat di pasar modal, akan semakin membuat bank lebih mudah dalam mencari penambahan modal ke depannya.

Terlebih, ke depan bank mempunyai rencana menjadi bank digital syariah. Menurut prospektus awal, seluruh dana yang diperoleh bank dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan bank untuk modal kerja.

Yakni sekitar 60 persen akan digunakan untuk biaya pemeliharaan IT dan penunjangnya. Sekitar 40 persen akan digunakan untuk modal kerja lainnya, seperti biaya pemasaran, sewa dan biaya lain-lain. Sedangkan dana yang diperoleh bank dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja bank.

Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum seluruhnya merupakan saham baru. Serta akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya dari perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Antara lain hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Menurut laporan keuangan semester I 2020, total aset bank pada tanggal 31 Juli 2020 adalah sebesar Rp 730,946 miliar meningkat sebesar Rp 15,323 miliar dari Rp 715,623 miliar pada tahun 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya investasi pada surat berharga.

Laba tercatat Rp 57 miliar. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 343,52 persen, Return on Equity (ROE) tercatat 9,64 persen dengan BOPO 139,03 persen dan FDR 0,18 persen. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA